Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 12th, 2007
Perang hanya akan melahirkan ribuan pemakaman” petikan dialog dalam film Heaven on Earth yang dibintangi Tommy Lee Jones. Kisah yang mengekspos brutalnya perang Vietnam. Dan saat ini, kita sering menyaksikan perang yang lain yang nggak kalah brutal. Memang tak ada desingan peluru, juga tak ada dentuman bom. Namun ‘perang’ ini tetap mengerikan. Perang itu bernama Tawuran. Ya, tawuran pelajar yang masih menyimpan misteri. Gimana nggak misterius, terjadinya aja fluktuatif. Meski saat ini nggak begitu heboh beritanya, tapi siapa tahu ‘diamnya’ itu adalah diamnya gunung berapi. Sekalinya meledak membawa petaka. Ngeri ya, Brur?
Well, temen-temen kita yang sok jagoan itu telah mengganti aksesoris sekolah dengan aksesoris gangster alias bandit. Kamu bisa lihat sendiri, pulpen berganti obeng, penggaris dipermak jadi clurit, ikat pinggang ditambah gerigi roda jadi sapu jagad. Wuih mengerikan!
Kawan, tiap bulan dua nyawa pelajar melayang. Ini memang itungan rata-rata. Angka ini berdasarkan jumlah korban tawuran antar pelajar di DKI Jakarta sejak Januari أ¢â‚¬â€œ Juli 1999, yang dikeluarkan Pusat Pengendalian Gangguan Sosial (Pusdalgangsos) Pemda DKI. Menurut kepala Bidang?آ Pengumpulan dan Pengelolaan Data (Kabid Pulahta) Pusdalgangsos DKI, Raya Siahaan, sebanyak 13 orang tewas, 105 menderita luka-luka, dan 117 ditangkap petugas, selama Januari أ¢â‚¬â€œ Juli 1999 (Media Indonesia, 4 Agustus 1999)
Bukan Lagi Kenakalan
Tawuran pelajar yang terjadi hingga saat ini, ibarat sebuah film action berseri. Kejadiannya berulang-ulang. Selesai satu episode, berlanjut episode berikutnya. Kesal dan jengkel memang. Tapi itulah barang kali ‘benih-benih generasi preman’
Pakar pendidikan dan juga presenter acara Hikmah Fajar di RCTI Dr. Arief Rachman, menyebut empat penyebab utama pemicu tawuran. Pertama, berkarakter labil. Sikap pelajar tersebut cepat marah dan reaktif. Bahkan emosinya tidak seimbang dengan penggunaan nalarnya, dan imannya sangat rendah. Kedua, keluarga pelajar tersebut bermasalah. Boleh dibilang nggak cocok untuk perkembangan kepribadian anak. Seringkali orang tua menerapkan pola asuh yang represif alias melakukan penekanan terus menerus. Ketiga, ini menyangkut manajemen sekolah. Keempat, tayangan televisi yang cenderung menyajikan sadisme, vulgarisme, dan hedonisme. Jelas dampaknya tak mendorong penonton untuk menyelesaikan konflik (diringkas dari Media Indonesia, 11 Juli 1999)?آ
Komentar Pak Arief yang juga kepala SMU Lab School ini tak berlebihan, karena memang faktanya begitu. Kalau melihat korbannya Brur, ada anggapan tawuran sekarang bukan lagi deliquency (kenakalan). Remaja berseragam yang melakukan tawuran semakin dekat dengan cap kriminal. Gimana nggak, badik, obeng atau batu jadi senjata pamungkas dalam menyelesaikan persoalan. Ih, ganas bener!
Tanggung jawab ortu di rumah untuk membina kepribadian anak memang sudah menjadi kewajibannya. Bukan cuma dipenuhi kebutuhan materinya, tetapi akliyah (pola berfikir) dan juga nafsiyah (pola sikap)-nya perlu dibina. Jangan sampai anak itu jadi liar. Kasih sayang ortu akan berdampak baik buat perkembangan mentalnya. Menanamkan nalai-nilai Islam akan sangat membantu perkembangan kepribadiannya.
Sekolah juga harus mampu menjadi kawah ‘Candradimuka’ bagi pelajar. Jangan menerapkan pola pendidikan sekuler yang cuma berorientasi mengejar nilai.
“Selama orde baru, pendidikan lebih banyak dititikberatkan kepada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek). Pendidikan moral dan agama kurang. Beban kurikulum terlalu berat, serta banyak di-’proyek’-kan untuk mencari keuntungan, sehingga setiap ganti kurikulum ganti buku pelajaran”, ujar Prof. Dadang Hawari, yang dikutip Media Indonesia, 2 Agustus 1999.
Krisis Identitas
Punya pengalaman terjun di medan ‘pertem-puran’ bisa jadi merupakan kebanggaan tersendiri bagi mereka yang hobi tawuran. Ibarat jagoan yang sedang berlaga menghadapi lawan, ia akan menjadi pusat perhatian banyak orang. Melalui penampilan itulah dia jadi dikenal, diperhatikan, dan diakui eksistensi dirinya.
Memang, keinginan untuk dikenal, diperhatikan, dan diakui oleh orang lain, merupakan sesuatu yang alami dalam diri manusia. Sebab dalam diri manusia terdapat apa yang disebut Naluri Mempertahankan Diri (Gharizah Al Baqa’). Naluri ini muncul dalam betuk keinginan seseorang untuk dikenal, diperhatikan, dan diakui eksistensinya; termasuk pula keinginan untuk berkuasa, memiliki harta, dan mempertahankan diri atau membela diri jika ada serangan/ancaman dari pihak lain.
Nah, kawan kita yang hobi tawuran, mereka juga seperti itu. Disaat mereka tidak mendapat perhatian oleh keluarga atau lingkungannya, dan disaat mereka tidak mampu menampilkan diri secara positif yang memungkinkan orang lain mengakui eksistensinya; maka mereka akan bertindak apa saja supaya orang lain memberi perhatian.?آ Jadi, tawuran tak lain adalah sarana yang mereka pilih untuk menunjukkan eksistensi diri atau identitas dirinya di mata orang lain.
Dari sini nampak, bahwa kawan-kawan kita telah melakukan kesalahan dalam menyalurkan Naluri Mempertahankan Diri (Gharizah Al Baqa’) yang ada dalam dirinya. Mereka ingin diakui dan diperhatikan, tapi dengan cara yang negatif dan bahkan membahayakan jiwa orang lain. Nah, disinilah pentingnya peran orang tua dan sekolah untuk membina para remaja, sehingga mereka dapat menampilkan dirinya (identitas dirinya) di masyarakat melalui aktivitas yang positif.
Terkadang seseorang juga ingin diakui dan dikenal identitas dirinya, dengan cara mencontoh identitas orang lain. Ini boleh-boleh saja, tapi dilihat dulu siapa orang yang akan kita contoh identitasnya. Jangan sampai salah pilih!
Kebanyakan remaja kita memang suka ceroboh. Maksud hati sih, ingin ngikutin Kurt Cobain pentolan Grup Nirvana yang koit gara-gara over dosis boat, tapi apa daya malah disangka orang gila. Padahal suaminya Courtney Love itu juga emang slebor. Ih, amit-amit deh kalau sampai ngikutin gaya hidupnya!
Nah kelakuan teman kamu yang sembarangan nyari contoh untuk membina identitas dirinya bisa berbahaya. Bukan apa-apa, kamu nggak boleh menyontek identitas orang lain dengan gaya hidupnya secara membabi buta. Soalnya kamu bukan babi kan? Hiأ¢â‚¬آ¦hiأ¢â‚¬آ¦! Siapa tahu orang yang kamu jadikan teladan itu malah amburadul. Kamu adalah dirimu, bukan orang lain.
Sebagai seorang muslim kamu harus bangga, percaya diri dan nggak boleh minder. Sebagai seorang muslim, itulah identitas dirimu yang sesungguhnya. Rasulullah saw. bersabda : “Tidak ada orang yang lebih mulia di sisi Allah dari seorang mukmin” (HR. Ath Thabrani). Dan satu hal lagi yang perlu kamu ingat, bahwa Allah tidak melihat tinggi dan rendahnya manusia dari sisi dandanan, atau wajah alias tampang, hartanya, dan kuantitasnya. Akan tetapi yang diperhatikan Allah adalah hati kita, yaitu keimanan kita dan amal kita, yaitu amal shaleh yang lahir dari keimanan tersebut. Rasulullah saw. bersabda : “Sesungguhnya Allah Ta’ala tidak melihat kepada bentuk rupamu, tidak pula kepada jumlah kamu, dan tidak pula kepada harta kekayaanmu; Akan tetapi Dia melihat kepada hatimu dan amal perbuatanmu” (HR. Tabrani)
Jadi nggak usah deh pengen jadi orang lain. Apalagi orang tersebut nggak ketahuan juntrungnya. Kamu tetap kamu, sebagai seorang muslim dan mukmin. Jangan tergoda ingin jadi orang lain.
Memang sih, krisis identitas dalam diri remaja nggak lepas dari perhatian ortu sama anak-anaknya. Kasihan donk kalau sampai ditelantarkan. Jangan cuma pengen enaknya, tapi nggak mau anaknya!
Betul, mendidik anak nggak mudah. Butuh kesabaran dan ketekunan. Namun harus diingat bahwa itu semua adalah tanggung jawab ortu dan akan menjadi amal shaleh yang akan menjauh-kannya dari api neraka. Rasulullah saw. bersabda : “Barang siapa mendapat ujian atau menderita karena mengurus anaknya-anaknya, kemudian ia berbuat baik kepada mereka, maka anak-anaknya akan menjadi penghalang baginya dari siksa neraka” (HR. Bukhari, Muslim, dan Turmudzi)
Cegah dan Tangkal
Kondisi masyarakat yang amburadul saat ini telah menjadi pemicu maraknya tawuran. Tayangan televisi yang mengekspos kebrutalan dan kesadisan telah banyak berpengaruh bagi perkembangan penontonnya. Sebagai contoh saja, film Taxi Driver yang dibintangi Jodie Foster pada tahun 1976, yang mengisahkan tentang sopir taxi yang gila, diduga kuat memicu John Hinckley menembak Presiden Ronald Reagen. Belum lagi film-film bertemakan kekerasan lainnya yang tak mustahil memicu remaja berfantasi yang aneh-aneh. Film-film tentang Gang misalnya, telah banyak mewarnai gaya hidup pelajar.
Tentu saja kawan, ini nggak boleh dibiarkan begitu saja. Harus segera dihentikan. Bila tidak? Jangan heran bila akan lahir generasi preman di masa depan. Ih, nadzubillah min dzalik!
Bagaimana dengan pemberian hukuman? Nggak masalah! Toh remaja bukan lagi anak-anak, tapi sudah akil baligh, sehingga dalam pandangan Islam sudah terkena taklif syar’i, alias terkena pembe-banan hukum. Setiap perbuatan yang dilakukan akan dinilai, apakah berpahala atau berdosa. Nah, tawuran kan terkategori bahaya dan jelas-jelas aktivitas kriminal, sehingga harus dihukum.
Islam, sebagai sebuah idiologi tentu saja memiliki jawaban atas problem-problem masyarakat termasuk tawuran ini. Suatu ketika sorang Yahudi di masa nabi saw. memukul seorang Jariyah (budak wanita) diantara dua batu hingga tewas. Ketika kabar ini sampai ke telinga Rasulullah saw, beliau segera mengadili Yahudi tersebut dan menghukumnya dengan perbuatan yang serupa. Riwayat ini menjadi bukti sejarah bahwa nyawa dalam Islam sangat dijunjung tinggi. Dalam riwayat lain Rasulullah saw. bersabda : “Tidak halal darah seorang muslim kecuali tiga hal; Pezina muhsan, Seseorang atas seseorang (pembunuh), Orang murtad dan memisahkan diri dari jamaah (pemberontak)”
Nah, jadi kalau ada pelajar yang tega membacok kepala atau menggorok leher pelajar lain hingga tewas dalam tawuran, maka dalam pandangan Islam pelajar tersebut akan dikenakan hukuman Qishas. Ya, dibunuh lagi! Kejam? Tentu tidak! Sebab hukum Islam itu bersifat jawazir dan jawabir. Jawazir artinya hukum Islam bersifat preventif, mencegah terjadinya peluang-peluang kemaksiatan dan kejahatan. So, kamu perhatikan sendiri bahwa perbuatan jahat, apapun bentuknya, selalu diawali dengan adanya celah-celah. Dalam kasus tawuran, peluang bisa muncul dari berbagai sisi. Bisa karena pengaruh bacaan, tontonan, atau sanksi yang dirasa terlalu ringan.
Tontonan sangat berpengaruh lho. Di Amrik sono, negerinya Power Ranger itu, dalam sebuah penelitian yang dilakuakan oleh Phychological Association, mengatakan bahwa anak-anak di AS sudah melihat 8 ribu kasus pembunuhan dan 100 ribu pelaku kekerasan di layar tivi. Dan di Chicago, meski ada larangan jual senjata genggam sejak tahun 1982, tetapi pistol kaliber seharga 20 dolar atau 200 dolar untuk pistol semi otomatis 9 mm dan berat 2,5 pon mudah dicari, bahkan lengkap dengan manual-nya alias petunjuk penggunaannya. Dan parahnya menurut salah seorang psikolog, James Garbarino, yang tegabung dalam panitia tersebut “setiap hari anak-anak di sana sudah mengetahui dan mengalami kekerasan di lingkungannya” (Permata, 5/V Mei 1996).
Kemudian hukum Islam juga bersifat jawabir. Artinya, hukum Islam?آ –kalau diterapkan di duniaأ¢â‚¬â€bekal menghapus azab Allah di akhirat kelak. Sabda Nabi saw. : “Ba’iatlah aku untuk tidak memper-sekutukan Allah dengan sesuatu, tidak mencuri, tidak berzina, (kemudian Rasulullah saw. membacakan seluruh ayat). Barang siapa diantara kalian menepati, maka Allah akan membalas (dengan pahala), dan barang siapa yang melakukan hal-hal itu, maka akan diberi hukuman (uqubat) sebagai kafarat (penebus) baginya, dan barang siapa melakukan hal-hal itu, kemudian Allah menutupinya, maka Allah akan mengampuninya jika menghendaki, dan mengazabnya jika Ia menghen-daki” (Al Hadits)
Jadi, meski berat vonis hukuman yang dijatuh kan, Insya Allah pelaku tindak kejahatan akan terlepas dari azab Allah di akhirat kelak, yang jauh lebih dahsyat. Adil kan? Oh, jelas. Siapa dulu yang membuatnya, Allah!?آ Allah-lah yang Mahatahu karakteristik manusia sebagai makhuk-Nya, sehing-ga wajar dong kalo Allah menurunkan aturan-Nya juga buat kita.
Nah, diakui atau tidak, hanya Islam agama yang mengurus masalah dari yang ’sepele’, hingga yang berat. Dan memang hanya dalam Islam harga dan harkat manusia dijunjung tinggi. Nyawa diukur lagi dengan nyawa. Darah dengan darah. Harta dengan harta. Inilah keadilan yang sesungguhnya, Brur!
Sabda Rasulullah saw : “Jangan kamu saling dengki dan iri, dan jangan pula mengungkit keburukan orang lain. Jangan saling benci dan jangan saling bermusuhan, serta jangan saling menawar lebih tinggi atas penawaran yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Seorang muslim adalah saudara muslim yang lainnya, dengan tidak mendzaliminya, tidak mengecewakannya, tidak membohonginya, dan tidak merendahkannya. Letak takwa ada di sini (Nabi saw menunjuk ke dada beliau, sampai diulang tiga kali). Seorang patut dinilai buruk bila mertendahkan sudaranya yang muslim. Seorang muslim haram menumpahkan darah, merampas harta, dan menodai kehormatan muslim lainnya” (HR. Muslim)
Dengan demikian model cegah dan tangkal gaya Islam memang jitu. Untuk mencegah lahirnya generasi preman ini adalah terlebih dahulu mengubah cara pandang (pola pikir) masyarakat dengan Islam. Bahwa setiap perbuatan tersebut harus disandarkan pada tuntunan dan tuntutan Islam. Dengan kata lain standar berbuatnya adalah halal dan haram menurut Allah dan Rasul-Nya. Nah, berkaitan dengan kasus tawuran ini, yang sudah mengarah pada tindak kriminal, yakni pembunuhan, jelas sangat dilarang Allah. Firman Allah : “أ¢â‚¬آ¦Barang siapa membunuh manusia bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan kerena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia membunuh manusia semuanyaأ¢â‚¬آ¦” (QS. Al Maaidah : 32)
Well, dari pada potensi kamu habis tersedot di arena tawuran, lebih baik kita produktifkan untuk mempelajari Islam. Islam yang dipahami sebagai aqidah dan syari’at alias Islam sebagai sebuah idiologi. Yes, Islam adalah jalan hidup kita, kawan!
(Buletin Studia - Edisi 06 /Tahun 1)
Rabu, 15 Juli 2009
Selasa, 14 Juli 2009
Kupu-Kupu Malam; Profesi Baru Remaja Putri
Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 11th, 2007
Lagu It Must Have Been Love-nya Roxette yang merupakan soundtrack film Pretty Woman, jadi semacam lagu wajib bagi kaum venusian (pemuja kecantikan) saat menunggu klien-nya untuk kencan. Julia Roberts yang berperan sebagai pelacur kelas atas dalam film tersebut setidaknya mengilhami para kupu-kupu malam di negeri ini, bahwa menjalani hidup dalam gelapnya malam adalah sebuah legalitas atas kebebasan. Menjalani aktivitas tersebut adalah jalan pintas dari sebuah kebuntuan ketika berhadapan dengan kemiskinan. So, dengan alasan untuk menyambung hidup, tak sedikit remaja putri yang nyemplung abis dalam glamour kehidupan malam.
Di Bekasi saja, sebagai salah satu kota penyangga DKI Jakarta, banyak ditemukan remaja-remaja putri yang berprofesi sebagai wanita penghibur (dari pemandu lagu dalam musik kosong alias karaoke sampai pelacur), baik di Bar maupun hotel yang menyediakan fasilitas hiburan tersebut.
Tawaran kehidupan dunia ditambah faktor ingin mendapatkan uang dengan cara mudah, menje-rumuskan para remaja putri dalam dunia yang seakan menafikan moral dan keimanan. Seperti diungkapkan Susi yang malam itu mengenakan busana sackdress warna merah menyala dengan belahan samping hingga ke pangkal paha, sedangkan bagian atas agak rendah dan terbuka (Pikiran Rakyat, 15 Pebruari 2000).
Sudah parahkah pergaulan remaja putri kita? Setidaknya, kasus yang menimpa remaja putri bernama Susi tadi mewakili ‘Susi-Susi’ yang lain. Mengerikan sekaligus menyedihkan!
Berani Tampil Beda?آ
Berbekal rokok putih, minyak wangi, alat rias?آ serta dandanan seksi, yang bikin adrenalin kaum Adam naik ke ubun-ubun adalah ‘aksesoris’ yang biasa dikenakan para kupu-kupu malam. So, memang sengaja tampil hot.
Malah, ada pengalaman yang bakal bikin kita nggak habis pikir. Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio swasta di Jakarta beberapa bulan yang lalu, seorang narasumberأ¢â‚¬â€yang kebetulan juga berprofesi wartawanأ¢â‚¬â€dalam acara tersebut ia mengisahkan bahwa di Yogyakarta, ditemukan seorang ABG yang biasa mangkal di sekitar Malioboro sebagai kupu-kupu malam. Jangan salah, kalo siang gadis itu rajin juga sekolahnya, malah sholat dan puasa. Ironisnya, ketika diajukan pertanyaan kepadanya tentang sisi kehidupannya yang kontras itu, ia menjawab;”Kalo sholat dan puasa adalah perintah dalam agama saya, sedangkan jadi kupu-kupu malam adalah profesi saya!” Gilee beneeer!
Saudara-saudara, memang menyedihkan kenya-taan ini. Manusia pada dasarnya memang memiliki sisi gelap dan sisi terang dalam hidupnya. Tapi bukan berarti harus sevulgar yang dilakukan ABG putri yang biasa mangkal di kota gudeg itu. Ia menjalaninya sekaligus. Gelap dan terang.
Ini merupakan tamparan buat kita. Betapa rusaknya akhlak teman-teman kita. Memang berani tampil beda. Tapi beraninya dalam kesalahan. Henry Brooks Adams ketika berkomentar tentang moral, ia mengatakan, “Moralitas adalah kemewahan pribadi yang sangat mahal.”?آ Tapi celakanya, saat ini justru moral adalah barang dagangan yang sangat murah. Buktinya? Ya, teman-teman ABG putri yang menjualnya dengan murah, bahkan mungkin gratis!
Usia muda tak membuat sebagian teman-teman ABG putri grogi untuk tampil beda sebagai kupu-kupu malam. Jangan kaget, ABG-ABG yang berkeliaran di kota Bekasi banyak yang masih bau kencur. Berapa umurnya? 16 tahun!
Nah, untuk mengelabui usia, Santiأ¢â‚¬â€sebut saja begitu namanyaأ¢â‚¬â€yang mengaku kegadisannya direnggut sang pacar tiga bulan silam, mengenakan sepatu dengan hak super tinggi sekitar 12 cm. Ia bersama belasan rekannya berada di tempat karaoke berupa ruko berlantai III, beberapa di antaranya baru berusia 17 tahun. Mereka terkadang menginap di sebuah ruangan yang berada di lantai paling atas. Ruangan tersebut selain untuk menyimpan berbagai “perlengkapan kerja”, juga digunakan sebagai tempat ganti pakaian atau menunggu tamu yang akan membooking jasa mereka (Pikiran Rakyat, 15 Pebruari 2000).
Ini baru kasus di negerinya Wiro Sableng, belum lagi kalo kita mau capek sedikit nengok kehidupan di negeri gajah putih, Thailand. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Chulalongkorn, Thailand pada April 1997 mengumumkan, praktek-praktek ilegal, termasuk pelacuran anak-anak makin berkembang di Asia, termasuk di Thailand. Di negara gajah ini jumlah pelacur anak-anak tercatat 800.000 anak. Wuih, syerem, brur!
Ya, ini adalah masalah kita semua. Tentu saja masalah yang bukan hanya untuk dijadikan bahan berita semata. Atau cuma publikasi yang tak ada tindakan konkrit untuk mencegahnya. Kamu tentunya nggak bakalan nyangka bila ternyata perkembangan seputar kupu-kupu malam para ABG di negeri ini heboh juga. Mengerikan, ya?
Alasan Klise
Parahnya, aktivitas liar para kupu-kupu malam itu sering berlindung di balik kedok kemiskinan. Artinya, mereka terjun ke dunia maksiat itu karena alasan ekonomi. Padahal pada banyak kasus ditemukan, bahwa kaum venusian (pemuja kecantikan) ini berasal dari kalangan berduit atau keluarga kaya. Alasan mereka just fun alias cuma untuk hiburan dan kesenangan semata. Asal bisa dibeliin baju baru, jalan-jalan atau sekadar makan di retoran. Celakanya, justru yang begini yang?آ jumlahnya memang lebih banyak. Wah, berarti rusak banget ya, masyarakat ini??آ
Pengen bukti? Di Bandung, umumnya para ABG yang jadi kupu-kupu malam ogah disebut pelacur. “Kan kita nggak dibayar dan kalaupun saya mau ngelakuin begituan, kan bukan karena bayarannya tetapi karena saya suka,” jelas Yuni yang mengungkapkan dirinya dan umumnya teman-teman nongkrongnya, berasal dari keluarga yang kurang harmonis (Media Indonesia dalam Menelusuri Pelacuran ABG di Sejumlah Kota (19), 23 Agustus 1999).
Masih dalam laporan yang diungkap Media Indonesia di atas. Nola, sebut saja begitu. Mojang Priangan ini memang tak memasang tarif untuk kencan, bahkan bisa gratis. “Yang penting mau nraktir di restoran yang kelasnya oke, terus mau beliin baju dan yang pasti punya mobil yang asyik buat jalan-jalan,” kata Nola yang ceplas-ceplos ini. Bagaimana brur, parah banget kan?
Jadi sebetulnya, bisa dikatakan sedikit yang menjalani profesi sebagai kupu-kupu malam karena kepepet untuk nyambung hidup. Meski tentu saja, sedikit atau banyak, tetap adalah persoalan yang harus segera dibereskan. Baik alasan itu klise atau memang murni karena kepepet, tetap ini adalah kondisi amburadul produk peradaban kapitalisme yang memang memuja kebebasan individu. Gawat, Non, bener-bener gawat!
Yang jadi persoalan sekarang, apakah ini akan dibiarkan saja sampai korban yang terjerumus ke dunia hitam ini membengkak jumlahnya? Sungguh suatu ironi di negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya timur harus tenggelam dalam kemaksiatan yang tentu saja merendahkan moral.
Zina itu Haram
Jangan salah menilai, mentang-mentang yang melakukan pelacuran itu banyak, lalu kamu berfikir bahwa aktivitas tersebut adalah legal, baik secara moral maupun hukum. Tempat-tempat lokalisasi seperti Kramat Tunggak, Saritem, atau Dolly sudah kesohor sebagai tempat bisnis seks yang besar. Meski banyak yang melakukan pelacuran dan tempatnya mendapat restu dari Pemda, tapi bukan berarti itu legal menurut hukum syara’. Tahu kan hukum syara’? Bahasa sederhananya hukum Islam. Artinya dalam pandangan Islam jelas bahwa aktivitas tersebut sangat “dikutuk”. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesung-guhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa’ : 32).?آ Ungkapan dalam Al Quran bahwa zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk, merupakan peringatan dan penjelasan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.
Brur, kita semua yakin bahwa kalau seluruh manusia ini taat kepada Allah dan tunduk kepada aturan yang dibuat-Nya, pasti segalanya aman. Nggak seperti sekarang, saat kita mendewakan ide kebebasan. HAM yang digembar-gemborkan Amerika, berhasil menipu dengan sukses kaum muslimin, tak terkecuali remaja muslim. HAM telah memberi jaminan atas individu untuk bebas melakukan apa saja yang diinginkan. Dari mulai kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan.
Aktivitas yang dilakukan teman-teman ABG putri kita itu termasuk wujud dari pengaruh kebebasan bertingkah laku. Ini jelas akan sangat berbahaya, Non!?آ Karena cepat atau lambat, kebebasan ini akan mengubur kita. Faktanya? Kamu bisa lihat sendiri kan, betapa banyak teman-teman cewek kita yang berprofesi jadi kupu-kupu malam. Nggak peduli apakah alasannya karena kebutuhan perut atau memang hanya untuk bersenang-senang. Toh, dua-duanya tetap berdosa.
Tentu saja, dalam menilai kasus yang terjadi, Islam nggak sembarangan menjatuhkan vonis. Juga ketika kasus tersebut sudah divonis berdosa, si pelaku tidak hanya ditakut-takuti dengan siksaan di akhirat yang amat pedih, tetapi juga dikenakan sanksi yang tegas oleh negara, sebagaimana firman Allah SWT : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” (QS. An Nuur : 2). Nah, hukum cambuk merupakan sanksi bagi para pelaku perzinahan yang masih ABG (lajang).
Dengan penerapan sanksi tersebut bukan berarti Islam itu kejam, Non! Justru sebenarnya itulah jawaban dari problem masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini. Of course, karena aturan tanpa sanksi, ibarat ular tanpa bisa.
Islam is Solution
Sebagai way of life, Islam tentu memiliki segudang bahkan?آ bisa jadi bergudang jawaban atas problematika masyarakat. Kasus pelacuran seperti aktivitas para kupu-kupu malam, jelas merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia. Bahkan tak mustahil Allah akan menimpakan azab kepada kita. Rasulullah saw bersabda : “Apabila telah nampak perzinahan dan riba di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan diri mereka sendiri untuk mendapat-kan azab Allah” (HR. Thabrani dan Al Hakim)
Sebetulnya, problem maraknya aktivitas para kupu-kupu malam itu berawal dari kesalahan dalam penyaluran dorongan seksual. Dorongan ini muncul dari naluri mempertahankan jenis (Gharizah An-Na’u)?آ yang diciptakan Allah pada diri manusia, juga pada binatang. Naluri ini juga nampak dalam bentuk dorongan-dorongan yang lain, seperti suami mencintai istrinya, atau sebaliknya; orang tua mencintai anaknya atau sebaliknya.
Hanya saja, dorongan seksual ini tidak mutlak harus dipenuhi, karena tidak akan mengakibatkan kematian pada manusia. Contohnya? Para Rahib yang tidak menikah seumur hidupnya dia terbukti tidak mati. Iya kan? Berbeda halnya dengan kebutuhan jasmani, seperti makan atau minum. Pemenuhannya bersifat mutlak (harus). Jika manusia tidak makan atau minum dalam jangka waktu tertentu, maka ia akan mati. Nggak percaya, silahkan coba! Risiko ditanggung sendiri!
Selain itu, dorongan seksual ini muncul hanya jika ada rangsangan dari luar. Bisa karena melihat gambar porno, berkhayal, dll. So, jika tidak ada rangsangan dari luar, maka tidak akan bergejolak. Karena itulah Islam telah memberikan solusi sesuai dengan karakter naluri manusia, antara lain sbb :
1. Mensunahkan Nikah
Islam tidak melarang seseorang untuk menyalurkan hasrat seksualnya, asalkan dengan penyaluran yang benar. Untuk itulah pernikahan merupakan solusi yang diberikan Islam. Jika manusia tidak menyalurkannya dengan cara ini, maka tak ubahnya ia seperti binatang dan bahkan lebih rendah dari derajat binatang. Nadzubillah!
2. Wajib Menutup Aurat
Untuk menjauhkan rangsangan sekaligus menja-ga martabat dan kehormatan, maka Islam telah mewajibkan laki-laki dan wanita untuk menutup aurat, yaitu dengan mengenakan pakaian yang sesuai aturan Islam.
3. Melarang Segala Aktivitas yang Merusak Akhlaq Masyarakat
Semua bentuk aktivitas yang dapat merusak akhlaq masyarakat diharamkan dalam Islam. Saperti pembuatan film atau majalah porno, Iklan yang mengeksploitasi tubuh wanita, lokalisasi perzinahan, pergaulan bebas, dll.
Sayangnya, Islam tidak ditegakkan saat ini, sehingga penyakit masyarakat yang berkaitan dengan masalah seksualitas ini sulit, dan bahkan takan dapat diatasi. Oleh karena itu Islam harus diterapkan secara utuh dari sisi aqidah dan syariat-nya. Jika tidak, masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya.?آ ?آ
Namun demikian meski aturan Islam saat ini tidak diterapkan, bukan berarti segalanya menjadi boleh dan legal. Yang haram tetap saja haram, meskipun aturan yang ada menghalalkannya. Kalau saat ini para kupu-kupu malam alias bunga trotoar itu bisa leluasa beroperasi tanpa ada sanksi di dunia, maka jangan harap ia akan dapat lolos dari sanksi Allah di akhirat. Dan perlu diingat, bahwa sanksi di akhirat tentu jauh lebih berat dari sanksi di dunia. Rasulullah saw bersabda : “Di dalam neraka Jahim nanti, kepada para penghuninya mendapat tuangan air mendidih, lalu air itu menembus perut dan menghantami setiap yang berada di dalamnya, hingga menembus kaki. Kemudian hancur dan kembali seperti semula” (HR. Turmudzi)
Oleh karena itu, kepada para remaja putri khususnya dan juga yang putra, janganlah kalian terjerumus dan terperdaya oleh gaya hidup permisivisme (serba boleh). Bukankan kita makhluk yang paling mulia, yang diberi akal oleh Allah. Kita bukan binatang. Jadi semestinya manusia bisa diatur, karena memiliki akal.
Suatu ketika ada seorang pemuda yang keberatan atas adanya larangan zina. Dia lalu menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. “Bagaimana seandainya ibumu atau saudara perempuanmu dizinai orang lain, apakah engkau suka?” Tanya Rasulullah saw.?آ “Tidak!” Jawab pemuda itu. “Begitu pula dengan orang lain”?آ Sejak mendengar jawaban itu, pemuda tersebut berhenti berzina. Itulah sikap manusia yang mau berfikir dengan akalnya dan mau menjaga martabatnya sebagai makhluk yang mulia!!!
(Buletin Studia - Tahun I Nomor 5)
Lagu It Must Have Been Love-nya Roxette yang merupakan soundtrack film Pretty Woman, jadi semacam lagu wajib bagi kaum venusian (pemuja kecantikan) saat menunggu klien-nya untuk kencan. Julia Roberts yang berperan sebagai pelacur kelas atas dalam film tersebut setidaknya mengilhami para kupu-kupu malam di negeri ini, bahwa menjalani hidup dalam gelapnya malam adalah sebuah legalitas atas kebebasan. Menjalani aktivitas tersebut adalah jalan pintas dari sebuah kebuntuan ketika berhadapan dengan kemiskinan. So, dengan alasan untuk menyambung hidup, tak sedikit remaja putri yang nyemplung abis dalam glamour kehidupan malam.
Di Bekasi saja, sebagai salah satu kota penyangga DKI Jakarta, banyak ditemukan remaja-remaja putri yang berprofesi sebagai wanita penghibur (dari pemandu lagu dalam musik kosong alias karaoke sampai pelacur), baik di Bar maupun hotel yang menyediakan fasilitas hiburan tersebut.
Tawaran kehidupan dunia ditambah faktor ingin mendapatkan uang dengan cara mudah, menje-rumuskan para remaja putri dalam dunia yang seakan menafikan moral dan keimanan. Seperti diungkapkan Susi yang malam itu mengenakan busana sackdress warna merah menyala dengan belahan samping hingga ke pangkal paha, sedangkan bagian atas agak rendah dan terbuka (Pikiran Rakyat, 15 Pebruari 2000).
Sudah parahkah pergaulan remaja putri kita? Setidaknya, kasus yang menimpa remaja putri bernama Susi tadi mewakili ‘Susi-Susi’ yang lain. Mengerikan sekaligus menyedihkan!
Berani Tampil Beda?آ
Berbekal rokok putih, minyak wangi, alat rias?آ serta dandanan seksi, yang bikin adrenalin kaum Adam naik ke ubun-ubun adalah ‘aksesoris’ yang biasa dikenakan para kupu-kupu malam. So, memang sengaja tampil hot.
Malah, ada pengalaman yang bakal bikin kita nggak habis pikir. Dalam sebuah wawancara di salah satu stasiun radio swasta di Jakarta beberapa bulan yang lalu, seorang narasumberأ¢â‚¬â€yang kebetulan juga berprofesi wartawanأ¢â‚¬â€dalam acara tersebut ia mengisahkan bahwa di Yogyakarta, ditemukan seorang ABG yang biasa mangkal di sekitar Malioboro sebagai kupu-kupu malam. Jangan salah, kalo siang gadis itu rajin juga sekolahnya, malah sholat dan puasa. Ironisnya, ketika diajukan pertanyaan kepadanya tentang sisi kehidupannya yang kontras itu, ia menjawab;”Kalo sholat dan puasa adalah perintah dalam agama saya, sedangkan jadi kupu-kupu malam adalah profesi saya!” Gilee beneeer!
Saudara-saudara, memang menyedihkan kenya-taan ini. Manusia pada dasarnya memang memiliki sisi gelap dan sisi terang dalam hidupnya. Tapi bukan berarti harus sevulgar yang dilakukan ABG putri yang biasa mangkal di kota gudeg itu. Ia menjalaninya sekaligus. Gelap dan terang.
Ini merupakan tamparan buat kita. Betapa rusaknya akhlak teman-teman kita. Memang berani tampil beda. Tapi beraninya dalam kesalahan. Henry Brooks Adams ketika berkomentar tentang moral, ia mengatakan, “Moralitas adalah kemewahan pribadi yang sangat mahal.”?آ Tapi celakanya, saat ini justru moral adalah barang dagangan yang sangat murah. Buktinya? Ya, teman-teman ABG putri yang menjualnya dengan murah, bahkan mungkin gratis!
Usia muda tak membuat sebagian teman-teman ABG putri grogi untuk tampil beda sebagai kupu-kupu malam. Jangan kaget, ABG-ABG yang berkeliaran di kota Bekasi banyak yang masih bau kencur. Berapa umurnya? 16 tahun!
Nah, untuk mengelabui usia, Santiأ¢â‚¬â€sebut saja begitu namanyaأ¢â‚¬â€yang mengaku kegadisannya direnggut sang pacar tiga bulan silam, mengenakan sepatu dengan hak super tinggi sekitar 12 cm. Ia bersama belasan rekannya berada di tempat karaoke berupa ruko berlantai III, beberapa di antaranya baru berusia 17 tahun. Mereka terkadang menginap di sebuah ruangan yang berada di lantai paling atas. Ruangan tersebut selain untuk menyimpan berbagai “perlengkapan kerja”, juga digunakan sebagai tempat ganti pakaian atau menunggu tamu yang akan membooking jasa mereka (Pikiran Rakyat, 15 Pebruari 2000).
Ini baru kasus di negerinya Wiro Sableng, belum lagi kalo kita mau capek sedikit nengok kehidupan di negeri gajah putih, Thailand. Sebuah penelitian yang dilakukan Universitas Chulalongkorn, Thailand pada April 1997 mengumumkan, praktek-praktek ilegal, termasuk pelacuran anak-anak makin berkembang di Asia, termasuk di Thailand. Di negara gajah ini jumlah pelacur anak-anak tercatat 800.000 anak. Wuih, syerem, brur!
Ya, ini adalah masalah kita semua. Tentu saja masalah yang bukan hanya untuk dijadikan bahan berita semata. Atau cuma publikasi yang tak ada tindakan konkrit untuk mencegahnya. Kamu tentunya nggak bakalan nyangka bila ternyata perkembangan seputar kupu-kupu malam para ABG di negeri ini heboh juga. Mengerikan, ya?
Alasan Klise
Parahnya, aktivitas liar para kupu-kupu malam itu sering berlindung di balik kedok kemiskinan. Artinya, mereka terjun ke dunia maksiat itu karena alasan ekonomi. Padahal pada banyak kasus ditemukan, bahwa kaum venusian (pemuja kecantikan) ini berasal dari kalangan berduit atau keluarga kaya. Alasan mereka just fun alias cuma untuk hiburan dan kesenangan semata. Asal bisa dibeliin baju baru, jalan-jalan atau sekadar makan di retoran. Celakanya, justru yang begini yang?آ jumlahnya memang lebih banyak. Wah, berarti rusak banget ya, masyarakat ini??آ
Pengen bukti? Di Bandung, umumnya para ABG yang jadi kupu-kupu malam ogah disebut pelacur. “Kan kita nggak dibayar dan kalaupun saya mau ngelakuin begituan, kan bukan karena bayarannya tetapi karena saya suka,” jelas Yuni yang mengungkapkan dirinya dan umumnya teman-teman nongkrongnya, berasal dari keluarga yang kurang harmonis (Media Indonesia dalam Menelusuri Pelacuran ABG di Sejumlah Kota (19), 23 Agustus 1999).
Masih dalam laporan yang diungkap Media Indonesia di atas. Nola, sebut saja begitu. Mojang Priangan ini memang tak memasang tarif untuk kencan, bahkan bisa gratis. “Yang penting mau nraktir di restoran yang kelasnya oke, terus mau beliin baju dan yang pasti punya mobil yang asyik buat jalan-jalan,” kata Nola yang ceplas-ceplos ini. Bagaimana brur, parah banget kan?
Jadi sebetulnya, bisa dikatakan sedikit yang menjalani profesi sebagai kupu-kupu malam karena kepepet untuk nyambung hidup. Meski tentu saja, sedikit atau banyak, tetap adalah persoalan yang harus segera dibereskan. Baik alasan itu klise atau memang murni karena kepepet, tetap ini adalah kondisi amburadul produk peradaban kapitalisme yang memang memuja kebebasan individu. Gawat, Non, bener-bener gawat!
Yang jadi persoalan sekarang, apakah ini akan dibiarkan saja sampai korban yang terjerumus ke dunia hitam ini membengkak jumlahnya? Sungguh suatu ironi di negeri yang menjunjung tinggi nilai-nilai budaya timur harus tenggelam dalam kemaksiatan yang tentu saja merendahkan moral.
Zina itu Haram
Jangan salah menilai, mentang-mentang yang melakukan pelacuran itu banyak, lalu kamu berfikir bahwa aktivitas tersebut adalah legal, baik secara moral maupun hukum. Tempat-tempat lokalisasi seperti Kramat Tunggak, Saritem, atau Dolly sudah kesohor sebagai tempat bisnis seks yang besar. Meski banyak yang melakukan pelacuran dan tempatnya mendapat restu dari Pemda, tapi bukan berarti itu legal menurut hukum syara’. Tahu kan hukum syara’? Bahasa sederhananya hukum Islam. Artinya dalam pandangan Islam jelas bahwa aktivitas tersebut sangat “dikutuk”. Allah berfirman : “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesung-guhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” (QS. Al Israa’ : 32).?آ Ungkapan dalam Al Quran bahwa zina adalah perbuatan yang keji dan jalan yang buruk, merupakan peringatan dan penjelasan bahwa perbuatan tersebut adalah haram.
Brur, kita semua yakin bahwa kalau seluruh manusia ini taat kepada Allah dan tunduk kepada aturan yang dibuat-Nya, pasti segalanya aman. Nggak seperti sekarang, saat kita mendewakan ide kebebasan. HAM yang digembar-gemborkan Amerika, berhasil menipu dengan sukses kaum muslimin, tak terkecuali remaja muslim. HAM telah memberi jaminan atas individu untuk bebas melakukan apa saja yang diinginkan. Dari mulai kebebasan beraqidah, kebebasan berpendapat, kebebasan bertingkah laku, dan kebebasan kepemilikan.
Aktivitas yang dilakukan teman-teman ABG putri kita itu termasuk wujud dari pengaruh kebebasan bertingkah laku. Ini jelas akan sangat berbahaya, Non!?آ Karena cepat atau lambat, kebebasan ini akan mengubur kita. Faktanya? Kamu bisa lihat sendiri kan, betapa banyak teman-teman cewek kita yang berprofesi jadi kupu-kupu malam. Nggak peduli apakah alasannya karena kebutuhan perut atau memang hanya untuk bersenang-senang. Toh, dua-duanya tetap berdosa.
Tentu saja, dalam menilai kasus yang terjadi, Islam nggak sembarangan menjatuhkan vonis. Juga ketika kasus tersebut sudah divonis berdosa, si pelaku tidak hanya ditakut-takuti dengan siksaan di akhirat yang amat pedih, tetapi juga dikenakan sanksi yang tegas oleh negara, sebagaimana firman Allah SWT : “Perempuan yang berzina dan laki-laki yang berzina, maka cambuklah tiap seorang dari keduanya seratus kali cambukan, dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk (menjalankan) agama Allah, jika kamu beriman kepada Allah dan hari akhir; dan hendaklah (pelaksanaan) hukuman mereka disaksikan oleh sekumpulan dari orang-orang yang beriman” (QS. An Nuur : 2). Nah, hukum cambuk merupakan sanksi bagi para pelaku perzinahan yang masih ABG (lajang).
Dengan penerapan sanksi tersebut bukan berarti Islam itu kejam, Non! Justru sebenarnya itulah jawaban dari problem masyarakat yang amburadul seperti sekarang ini. Of course, karena aturan tanpa sanksi, ibarat ular tanpa bisa.
Islam is Solution
Sebagai way of life, Islam tentu memiliki segudang bahkan?آ bisa jadi bergudang jawaban atas problematika masyarakat. Kasus pelacuran seperti aktivitas para kupu-kupu malam, jelas merupakan ancaman bagi keberlangsungan hidup manusia. Bahkan tak mustahil Allah akan menimpakan azab kepada kita. Rasulullah saw bersabda : “Apabila telah nampak perzinahan dan riba di suatu negeri, maka penduduk negeri itu telah menghalalkan diri mereka sendiri untuk mendapat-kan azab Allah” (HR. Thabrani dan Al Hakim)
Sebetulnya, problem maraknya aktivitas para kupu-kupu malam itu berawal dari kesalahan dalam penyaluran dorongan seksual. Dorongan ini muncul dari naluri mempertahankan jenis (Gharizah An-Na’u)?آ yang diciptakan Allah pada diri manusia, juga pada binatang. Naluri ini juga nampak dalam bentuk dorongan-dorongan yang lain, seperti suami mencintai istrinya, atau sebaliknya; orang tua mencintai anaknya atau sebaliknya.
Hanya saja, dorongan seksual ini tidak mutlak harus dipenuhi, karena tidak akan mengakibatkan kematian pada manusia. Contohnya? Para Rahib yang tidak menikah seumur hidupnya dia terbukti tidak mati. Iya kan? Berbeda halnya dengan kebutuhan jasmani, seperti makan atau minum. Pemenuhannya bersifat mutlak (harus). Jika manusia tidak makan atau minum dalam jangka waktu tertentu, maka ia akan mati. Nggak percaya, silahkan coba! Risiko ditanggung sendiri!
Selain itu, dorongan seksual ini muncul hanya jika ada rangsangan dari luar. Bisa karena melihat gambar porno, berkhayal, dll. So, jika tidak ada rangsangan dari luar, maka tidak akan bergejolak. Karena itulah Islam telah memberikan solusi sesuai dengan karakter naluri manusia, antara lain sbb :
1. Mensunahkan Nikah
Islam tidak melarang seseorang untuk menyalurkan hasrat seksualnya, asalkan dengan penyaluran yang benar. Untuk itulah pernikahan merupakan solusi yang diberikan Islam. Jika manusia tidak menyalurkannya dengan cara ini, maka tak ubahnya ia seperti binatang dan bahkan lebih rendah dari derajat binatang. Nadzubillah!
2. Wajib Menutup Aurat
Untuk menjauhkan rangsangan sekaligus menja-ga martabat dan kehormatan, maka Islam telah mewajibkan laki-laki dan wanita untuk menutup aurat, yaitu dengan mengenakan pakaian yang sesuai aturan Islam.
3. Melarang Segala Aktivitas yang Merusak Akhlaq Masyarakat
Semua bentuk aktivitas yang dapat merusak akhlaq masyarakat diharamkan dalam Islam. Saperti pembuatan film atau majalah porno, Iklan yang mengeksploitasi tubuh wanita, lokalisasi perzinahan, pergaulan bebas, dll.
Sayangnya, Islam tidak ditegakkan saat ini, sehingga penyakit masyarakat yang berkaitan dengan masalah seksualitas ini sulit, dan bahkan takan dapat diatasi. Oleh karena itu Islam harus diterapkan secara utuh dari sisi aqidah dan syariat-nya. Jika tidak, masyarakat sendiri yang akan merasakan dampaknya.?آ ?آ
Namun demikian meski aturan Islam saat ini tidak diterapkan, bukan berarti segalanya menjadi boleh dan legal. Yang haram tetap saja haram, meskipun aturan yang ada menghalalkannya. Kalau saat ini para kupu-kupu malam alias bunga trotoar itu bisa leluasa beroperasi tanpa ada sanksi di dunia, maka jangan harap ia akan dapat lolos dari sanksi Allah di akhirat. Dan perlu diingat, bahwa sanksi di akhirat tentu jauh lebih berat dari sanksi di dunia. Rasulullah saw bersabda : “Di dalam neraka Jahim nanti, kepada para penghuninya mendapat tuangan air mendidih, lalu air itu menembus perut dan menghantami setiap yang berada di dalamnya, hingga menembus kaki. Kemudian hancur dan kembali seperti semula” (HR. Turmudzi)
Oleh karena itu, kepada para remaja putri khususnya dan juga yang putra, janganlah kalian terjerumus dan terperdaya oleh gaya hidup permisivisme (serba boleh). Bukankan kita makhluk yang paling mulia, yang diberi akal oleh Allah. Kita bukan binatang. Jadi semestinya manusia bisa diatur, karena memiliki akal.
Suatu ketika ada seorang pemuda yang keberatan atas adanya larangan zina. Dia lalu menanyakan hal itu kepada Rasulullah saw. “Bagaimana seandainya ibumu atau saudara perempuanmu dizinai orang lain, apakah engkau suka?” Tanya Rasulullah saw.?آ “Tidak!” Jawab pemuda itu. “Begitu pula dengan orang lain”?آ Sejak mendengar jawaban itu, pemuda tersebut berhenti berzina. Itulah sikap manusia yang mau berfikir dengan akalnya dan mau menjaga martabatnya sebagai makhluk yang mulia!!!
(Buletin Studia - Tahun I Nomor 5)
Playboy - Korban Salah Gaul
Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 11th, 2007
Playboy, apaan tuh? Eh. masa kamu belum tahu playboy, sih? Waduh, mesti hati-hati itu, jangan-jangan teman cowok kamu juga masuk tipe manusia cap kelinci ini? Atau malah kamu yang cowok termasuk dalam daftar sebutan itu? Ih, amit-amit deh, meskipun imut-imut!
Lha, emangnya kenapa? Playboy itu saudara-saudara, adalah istilah buat para lelaki yang suka ngelaba and hobinya mengoleksi benyak wanita, untuk dijadikan pemuas nafsunya, thok. Boleh dibilang para aktivis playboy mi tak bisa netep di satu hati. Mesti pindah-pindah. Beda banget dengan yang digembar-gemborkan KLA Project,?آ Tak bisa ke lain hati…’ Jadi, ibarat kumbang lah, habis bunga yang satu layu dihisap madunya, dia bakal nyari bunga yang lain. Pokoknya, habis manis sepah dibuang!
Saal penampilan? Jelas dong, kalo yang punya tampang kartu mati atau klimis alias kliatan miskin, jarang yang berani macem-macem. Rata-rata, yang punya tampang Oke seperti yang dimiliki Brad Pitt, Leonardo Di Caprio, Sylvester Stalone, Antonio Banderas, atau Pierce ‘007″ Brosnan dan macam-macam itulah yang banyak jadi playboy. Wajar dong, soalnya tampang mereka memang layak jual, sementara imannya ternyata blong. Jadinya, cooocok!
Nah, kamu sudah tahu kan sekarang? Pasti dong. Soalnya walau bagaimana pun juga kamu bukan tipe orang macam Forest Gump (he… he.. sori).
Tahu Don Juan dan Cassanova? Yes, beliau-beliau itu adalah pentolan para playboy kelas kakap. Malah gokilnya Don Juan punya semboyan, Aku lihat, aku dapat, aku sikat den… aku minggatl” Gilee beneeer.
Warren Beaty, pemeran Dick Tracy yang main bareng sama Madonna juga termasuk yang suka ‘ngerjain” wanita. Sebagaa contoh selebornya Beaty adalah, dia enak-enakan kencan bareng lawan mainnya (Madonna) saat syuting film itu, padahal istrinya juga ikutan nimbrung di film itu. Ck.ck..ck… sableng juga tuh ‘bocah.’
Jadi Playboy, Kebanggaan Anak Cowok?
Punya wajah kece dan bebas jerawat, ditambah postur tubuh yang menjanjikan, paling nggak, boleh dibilang kembarannya David Beckham atau David Ginola, atau juga sedikit mirip Jhonny Depp aktor keren yang namanya tendongkrak lewat film Don Juan De Marco di tahun 1995, hati-hati, jangan sampe membuat kamu gelap mata karena terlalu PD. Mentang-mentang punya pesona, lalu mengobralnya pada setiap wanita dan sok romantis, kelakuanmu itu bisa bikin berabe brurl Kamu bakalan dapat semburan sumpah serapah dari cewek-cewek yang kamu kerjain.
Tokoh James Bond, sejak filmnya yang pertama, Dr. No, sampai sekuelnya yang ke 19, The World is Not Enough, Bond selalu dikerubungi cewek-cewek cantik dan seksi. Tentu saja, tokoh rekaan Ian Fleming, seorang mantan perwira angkatan laut Inggris ini tak membiarkan begitu saja kesempatan emas yang terbuka di depan matanya. Mana ada sih kucing yang membiarkan ikan? Apalagi ikannya yang nyamperin. Walhasil, Bond juga ternyata ‘teladan’ playboy never dies!
Gimana nggak, tokoh-tokoh James Bond itu ganteng dan keren, itu dibuktikan oleh Roger Moore, Sean Connery, Timothy Dalton (di masa mudanya saat memerankan agen rahasia lnggris, Mi-5 itu) atau Pierce Brosnan, sehingga membuat pare cewek kolaps, lalu tergila-gila dan selalu ingin dekat dengan dirinya. Nah, bagi kamu yang mirip-mirip mereka., harus hati-hati, jangan sampe kamu menapak tilasi mereka dalam soal mempermainkan wanita.
Lho, kan enak bisa dikerubungi wanita-wanita cantik? Iya, enak di kamu nggak enak di wanita! Coba saja kamu pikirkan, secara perasaan saja, seandainya kamu jadi wanita, bila kekasihmu sering gonta-ganti gacoan, misalnya saja, kemarin Si Meta, hari ini kamu, eh, besoknya Si Rina. Kamu sakit hati nggak, sementara segala milikmu telah direnggut habis أ¢â‚¬â€karena terlalu percaya dengan omongannya yang manis tapi beracunأ¢â‚¬â€ dan sang ‘Casanova” pergi entah kemana (tak mustahil, dia lagi enak-enakan kencan dengan yang lain). Nah lho, merana deh.
Lagi pula, alasan aneh bin ajaib yang sering dilontarkan para pelaku aktif ngelaba adalah nyari variasi, katanya. Urusan nyari gacoan dan gonta-ganti pasangan, rupanya telah menjadi trade mark anak cowok, meskipun anak cewek yang begitu juga nggak eedikit. Secara psikologi, memang itu sangat berpengaruh terhadap rasa PD-nya. Bukan apa-apa, semakin banyak cewek digaet, semakin laku di pasaran (ciee…). Persis minyak goreng saat krisis moneter, tanpa promosi pun ia akan dikejar den dicari. Celakanya, bagi sebagian cowok, jadi playboy memang dambaan hidupnya.
Hal ini jelas mendongkrak full harga diri cowok, celakanya justeru karena terlalu PD, akhirnya lupa daratan. Keenakan jadinya, dan yang tadinya cuma iseng, sekarang jadi nyandu. Namun ingat wahai para cowok, kalo aset ‘nasionalmu’ sudah melempem, kamu akan segera dilupakan orang. Persis seperti Marlon Brando, yang memerankan Stanley Kowalski dalam film A Streetcar Named Desire (1951). Saat muda dipuja (tapi sekaligus dicaci) banyak wanita, dan ketika tuanya, ia dilupakan orang begitu saja.
Alasan lain yang sering dipakai oleh para aktivis ngelaba alias playboy adalah sebagai balas dendam, karena ia merasa ditipeng dan dikerjain habis-habisan sama pasangannya. Seperti yang dilakukan Sylvester ‘Copland” Stallone yang mendadak menjadi trengginas setelah diperas abis-abisan oleh mantan istrinya yang kemudian menjadi lesbian, Brigitte Nielsen, Sly kerap rnenyakiti hati wanita. Setiap pacarnya selalu dihamili untuk kemudian dicampakkan begitu saja. Bak kumbang, ia pindah dari satu bunga ke bunga yang lain, tentu setelah madunya dikuras habis.
Agar Tak Jadi Playboy
Di masa Rasulullah, ada seorang pemuda yang penampilannya oke punya; wajahnya kece, anak bangsawan, jujur, cerdas, dan sholeh. Siapa dia? Mushab bin Umair. Ya, Mushab, yang telah membuat gadis-gadis Makkah selalu menantikan kehadirannya. Mushab memang idaman. Tapi, apakah Mushab memanfaatkan kelebihannya itu untuk mempermainkan wanita? No way! Boro-boro jadi playboy, punya semangatnya saja tidak. Malah Mushab tak mempedulikan mereka sedikitpun.
Beliau selalu menundukkan pandangannya, bukan berarti beliau nggak normal, tapi karena beliau lebih malu dan takut kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga beliau tak pernah mengobral pesonanya sembarangan. Ya, memang bertentangan banget sama kelakuannya bintang The Platoonأ¢â‚¬â€Charlie Sheenأ¢â‚¬â€ ganteng tapi sekaligus predator wanita-wanita cantik!
Nah, kalo kamu memang punya tampang keren dan beken (bekas kenek? Bukan, brur! Ya, populer, gitulah), jangan merasa kamu berada di atas awang-awang, lalu memanfaatkan kegantengan face-mu dan seluruh penampilan tubuhmu untuk menjerat banyak wanita sebagai pemuas nafsumu. Atau memanfaatkan potensi tubuhmu untuk mendongkrak popularitas dan karirmu, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Antonio Banderas yang tenar karena ketebelece Madonna. Ceritanya, pada tahun 1991, Madonna mengajaknya dan memberi referensi sebagai cowok paling seksi dalam film dokumenter yang kontroversial tentang dirinya, In Bed With Madonna. Setelah itu, nama Antonio melambung dan jadi buah bibir di jagat Hollywood. Lama-lama bocah Spanyol ini mulai bertingkah, itu dibuktikannya dengan memburu Melanie Griffith dan meninggalkan istrinya, Ana Leza. Dasar Playboy!
Lalu gimana dengan sang wanita? “Kasihan wanita!” begitu kira-kira orang menilai tentang wanita korban para playboy. Betul memang, para cowok seharusnya menjaga dan melindungi wanita, karena kelemahannya itu. Tapi jangan salah, menurut John Gray, Ph.D., seorang psikolog di Amerika, beliau mengatakan bahwa antara taki-laki dan wanita itu memang berbeda. Ibaratnya mereka datang dan planet yang berlainan. Laki-laki dari Mars dan wanita dan Venus. Laki-laki sifatnya agresif, sementara wanita cenderung nrimo. Barangkali karena sifat ini pula, para cowok (yang punya semangat ngelaba) cenderung mendikte dan mempermainkan wanita.
Dan dengan menyadari perbedaan itu, semestinya kaum cowok lebih arif dalam memperlakukan wanita. Meski menurut Erich Fromm, pengarang kitab Escape From Freedom yang ditulis dibawah bayang-bayang kekuasaan Hitler, memberikan pernyataan bahwa manusia itu makhluk sosial sehingga mau tidak mau ia akan membutuhkan teman untuk hidup, teman untuk bicara dan sebagainya. Namun, meski demikian, manusia tak bisa dibiarkan bebas menentukan aturan sendiri.
Ini barangkali bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi jamaah cowok. Dalam ajanan Islam itu ada aturannya, brur. Termasuk untuk urusan gaul. Jangan mentang-mentang demi gaul, lalu kita bebas melakukan apa saja terhadap lawan gaul kita. Lebih-lebih sampai ngelaba segala. Nggak baik. Selain merusak kerja sama antara laki dan wanita, juga telah merusak tatanan sosial. Catet, itu!
Jadi, agar kamu (khusus cowok) nggak terjerembab masuk ke dalam jamaah para playboy, maka wajib tahu aturan main dalam gaul dengsn lawan jenis, karena memang awalnya dari sini. Kemudian, lambat laun mulai mengertilah perasaan wanita. Meski secara psikologi wanita itu memang cenderung ingin memamerkan apa yang dimilikinya أ¢â‚¬â€persis seperti burung merak yang doyan memamerkan bulu indahnyaأ¢â‚¬â€ ditambah dengan sifatnya yang mudah tersentuh (dan disentuh tentunya), tapi para cowok jangan bereksperimen mempermainkan mereka. Kasihanl
Kendalikan Nafsumu!
Aryton Senna, sang pembalap formula 1, karena ngotot nginjek pedal gas terus-terusan dan lupa nginjek rem (dan memang ajalnya sudah tiba), akhirnya tak kuasa mengendalikan mabilnya yang melaju dengan kecepatan 350 km/jam, lalu membentur dinding pembatas di sirkuit Imola, dan akhirnya tewas.
Barangkali, itulah gsmbaran orang yang tak kussa mengendalikan hawa nafsunya. Karena terlanjur memanjakan nafsu, skhirnya nafsu itu sendiri yang membinasakan dirinya.
Berarti hanus mematikan nafsu? Nggak sekejam itu, brur! Nafsu tak bisa dimatikan, tapi bukan benarti nggak bisa dikendalikan. Ya, sepanjang kita masih hidup, nafsu akan senantiasa hadir dalam diri kita, mengalir dalam energi kehidupan kita. Dan tentunya kita harus pandai menyalurkan kepada yang benar dan baik. ltulah namanya mengendalikan.
Kemudian bagi kamu-kamu yang terlanjur jadi “murid” Don Juan dan Casanova, jangan merasa aman-aman saja dengan kelakuan burukmu. Potensi dirimu ada batasnya, terus perbuatanmu juga akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman, “أ¢â‚¬آ¦Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai?آ pertanggungjawaban”. (OS. Al lsra’: 36).
Nah, bagi yang belum terjun (dan jangan caba-coba tenjun) jadi playboy, ada baiknya menyimak firman Allah, “KatakanIah kepada orang Iaki-Iaki yang beriman supaya menundukkan sebagian pandangan mereka”. (QS. An Nur:30).
Jadi, ini vonis buat para cowok agar jangan ngecengin anak cewek, apalagi sampai ngelaba segala.Lalu, mungkin ada yang bertanya, “Kenapa para playboy malah semakin banyak, padahal aturannya sudah ada?”
lnilah salah satu produk ideologi kapitalisme yang telah membuat masyarakat kita berantakan. Salah satu yang didakwahkan para pengemban ideologi ini adalah paham permisivisme alias kebebassn yang kelewat batas. Terutama dalam hubungan antara laki-laki dan wanita. Makin permisive-nya kaum muslimin, maka semakin longgarlah nilai-nilai keislaman yang selama ini mengikatnya.
Justru ketika nilai-nilai ketakwaan individunya melorot, kemudian kontrol masyarakatnya melemah dan penerapan aturan dan sanksi oleh negara mandul, saat itu pula Iah kits dengsn mudah dihancurkan. Yin, buktinya sekarang mi.
Jadi, pendek kata, mulai saint in selain kamu kudu sadsr, kamu jugs wsjib mempelajani Islam sampai sempurna, agar kamu tak Iagi membiarkan nafsumu liar begitu asia. Makanya, jangan iseng, nanti malsh kecanduan, Iagi.
Yakinlah, bshwa kits bisa mengubah din kits, hanya soal waktu dan kesadaran.
Bagaimana?
(Buletin Studia - Tahun I Nomor 4)
Playboy, apaan tuh? Eh. masa kamu belum tahu playboy, sih? Waduh, mesti hati-hati itu, jangan-jangan teman cowok kamu juga masuk tipe manusia cap kelinci ini? Atau malah kamu yang cowok termasuk dalam daftar sebutan itu? Ih, amit-amit deh, meskipun imut-imut!
Lha, emangnya kenapa? Playboy itu saudara-saudara, adalah istilah buat para lelaki yang suka ngelaba and hobinya mengoleksi benyak wanita, untuk dijadikan pemuas nafsunya, thok. Boleh dibilang para aktivis playboy mi tak bisa netep di satu hati. Mesti pindah-pindah. Beda banget dengan yang digembar-gemborkan KLA Project,?آ Tak bisa ke lain hati…’ Jadi, ibarat kumbang lah, habis bunga yang satu layu dihisap madunya, dia bakal nyari bunga yang lain. Pokoknya, habis manis sepah dibuang!
Saal penampilan? Jelas dong, kalo yang punya tampang kartu mati atau klimis alias kliatan miskin, jarang yang berani macem-macem. Rata-rata, yang punya tampang Oke seperti yang dimiliki Brad Pitt, Leonardo Di Caprio, Sylvester Stalone, Antonio Banderas, atau Pierce ‘007″ Brosnan dan macam-macam itulah yang banyak jadi playboy. Wajar dong, soalnya tampang mereka memang layak jual, sementara imannya ternyata blong. Jadinya, cooocok!
Nah, kamu sudah tahu kan sekarang? Pasti dong. Soalnya walau bagaimana pun juga kamu bukan tipe orang macam Forest Gump (he… he.. sori).
Tahu Don Juan dan Cassanova? Yes, beliau-beliau itu adalah pentolan para playboy kelas kakap. Malah gokilnya Don Juan punya semboyan, Aku lihat, aku dapat, aku sikat den… aku minggatl” Gilee beneeer.
Warren Beaty, pemeran Dick Tracy yang main bareng sama Madonna juga termasuk yang suka ‘ngerjain” wanita. Sebagaa contoh selebornya Beaty adalah, dia enak-enakan kencan bareng lawan mainnya (Madonna) saat syuting film itu, padahal istrinya juga ikutan nimbrung di film itu. Ck.ck..ck… sableng juga tuh ‘bocah.’
Jadi Playboy, Kebanggaan Anak Cowok?
Punya wajah kece dan bebas jerawat, ditambah postur tubuh yang menjanjikan, paling nggak, boleh dibilang kembarannya David Beckham atau David Ginola, atau juga sedikit mirip Jhonny Depp aktor keren yang namanya tendongkrak lewat film Don Juan De Marco di tahun 1995, hati-hati, jangan sampe membuat kamu gelap mata karena terlalu PD. Mentang-mentang punya pesona, lalu mengobralnya pada setiap wanita dan sok romantis, kelakuanmu itu bisa bikin berabe brurl Kamu bakalan dapat semburan sumpah serapah dari cewek-cewek yang kamu kerjain.
Tokoh James Bond, sejak filmnya yang pertama, Dr. No, sampai sekuelnya yang ke 19, The World is Not Enough, Bond selalu dikerubungi cewek-cewek cantik dan seksi. Tentu saja, tokoh rekaan Ian Fleming, seorang mantan perwira angkatan laut Inggris ini tak membiarkan begitu saja kesempatan emas yang terbuka di depan matanya. Mana ada sih kucing yang membiarkan ikan? Apalagi ikannya yang nyamperin. Walhasil, Bond juga ternyata ‘teladan’ playboy never dies!
Gimana nggak, tokoh-tokoh James Bond itu ganteng dan keren, itu dibuktikan oleh Roger Moore, Sean Connery, Timothy Dalton (di masa mudanya saat memerankan agen rahasia lnggris, Mi-5 itu) atau Pierce Brosnan, sehingga membuat pare cewek kolaps, lalu tergila-gila dan selalu ingin dekat dengan dirinya. Nah, bagi kamu yang mirip-mirip mereka., harus hati-hati, jangan sampe kamu menapak tilasi mereka dalam soal mempermainkan wanita.
Lho, kan enak bisa dikerubungi wanita-wanita cantik? Iya, enak di kamu nggak enak di wanita! Coba saja kamu pikirkan, secara perasaan saja, seandainya kamu jadi wanita, bila kekasihmu sering gonta-ganti gacoan, misalnya saja, kemarin Si Meta, hari ini kamu, eh, besoknya Si Rina. Kamu sakit hati nggak, sementara segala milikmu telah direnggut habis أ¢â‚¬â€karena terlalu percaya dengan omongannya yang manis tapi beracunأ¢â‚¬â€ dan sang ‘Casanova” pergi entah kemana (tak mustahil, dia lagi enak-enakan kencan dengan yang lain). Nah lho, merana deh.
Lagi pula, alasan aneh bin ajaib yang sering dilontarkan para pelaku aktif ngelaba adalah nyari variasi, katanya. Urusan nyari gacoan dan gonta-ganti pasangan, rupanya telah menjadi trade mark anak cowok, meskipun anak cewek yang begitu juga nggak eedikit. Secara psikologi, memang itu sangat berpengaruh terhadap rasa PD-nya. Bukan apa-apa, semakin banyak cewek digaet, semakin laku di pasaran (ciee…). Persis minyak goreng saat krisis moneter, tanpa promosi pun ia akan dikejar den dicari. Celakanya, bagi sebagian cowok, jadi playboy memang dambaan hidupnya.
Hal ini jelas mendongkrak full harga diri cowok, celakanya justeru karena terlalu PD, akhirnya lupa daratan. Keenakan jadinya, dan yang tadinya cuma iseng, sekarang jadi nyandu. Namun ingat wahai para cowok, kalo aset ‘nasionalmu’ sudah melempem, kamu akan segera dilupakan orang. Persis seperti Marlon Brando, yang memerankan Stanley Kowalski dalam film A Streetcar Named Desire (1951). Saat muda dipuja (tapi sekaligus dicaci) banyak wanita, dan ketika tuanya, ia dilupakan orang begitu saja.
Alasan lain yang sering dipakai oleh para aktivis ngelaba alias playboy adalah sebagai balas dendam, karena ia merasa ditipeng dan dikerjain habis-habisan sama pasangannya. Seperti yang dilakukan Sylvester ‘Copland” Stallone yang mendadak menjadi trengginas setelah diperas abis-abisan oleh mantan istrinya yang kemudian menjadi lesbian, Brigitte Nielsen, Sly kerap rnenyakiti hati wanita. Setiap pacarnya selalu dihamili untuk kemudian dicampakkan begitu saja. Bak kumbang, ia pindah dari satu bunga ke bunga yang lain, tentu setelah madunya dikuras habis.
Agar Tak Jadi Playboy
Di masa Rasulullah, ada seorang pemuda yang penampilannya oke punya; wajahnya kece, anak bangsawan, jujur, cerdas, dan sholeh. Siapa dia? Mushab bin Umair. Ya, Mushab, yang telah membuat gadis-gadis Makkah selalu menantikan kehadirannya. Mushab memang idaman. Tapi, apakah Mushab memanfaatkan kelebihannya itu untuk mempermainkan wanita? No way! Boro-boro jadi playboy, punya semangatnya saja tidak. Malah Mushab tak mempedulikan mereka sedikitpun.
Beliau selalu menundukkan pandangannya, bukan berarti beliau nggak normal, tapi karena beliau lebih malu dan takut kepada Allah dan Rasul-Nya. Sehingga beliau tak pernah mengobral pesonanya sembarangan. Ya, memang bertentangan banget sama kelakuannya bintang The Platoonأ¢â‚¬â€Charlie Sheenأ¢â‚¬â€ ganteng tapi sekaligus predator wanita-wanita cantik!
Nah, kalo kamu memang punya tampang keren dan beken (bekas kenek? Bukan, brur! Ya, populer, gitulah), jangan merasa kamu berada di atas awang-awang, lalu memanfaatkan kegantengan face-mu dan seluruh penampilan tubuhmu untuk menjerat banyak wanita sebagai pemuas nafsumu. Atau memanfaatkan potensi tubuhmu untuk mendongkrak popularitas dan karirmu, seperti apa yang pernah dilakukan oleh Antonio Banderas yang tenar karena ketebelece Madonna. Ceritanya, pada tahun 1991, Madonna mengajaknya dan memberi referensi sebagai cowok paling seksi dalam film dokumenter yang kontroversial tentang dirinya, In Bed With Madonna. Setelah itu, nama Antonio melambung dan jadi buah bibir di jagat Hollywood. Lama-lama bocah Spanyol ini mulai bertingkah, itu dibuktikannya dengan memburu Melanie Griffith dan meninggalkan istrinya, Ana Leza. Dasar Playboy!
Lalu gimana dengan sang wanita? “Kasihan wanita!” begitu kira-kira orang menilai tentang wanita korban para playboy. Betul memang, para cowok seharusnya menjaga dan melindungi wanita, karena kelemahannya itu. Tapi jangan salah, menurut John Gray, Ph.D., seorang psikolog di Amerika, beliau mengatakan bahwa antara taki-laki dan wanita itu memang berbeda. Ibaratnya mereka datang dan planet yang berlainan. Laki-laki dari Mars dan wanita dan Venus. Laki-laki sifatnya agresif, sementara wanita cenderung nrimo. Barangkali karena sifat ini pula, para cowok (yang punya semangat ngelaba) cenderung mendikte dan mempermainkan wanita.
Dan dengan menyadari perbedaan itu, semestinya kaum cowok lebih arif dalam memperlakukan wanita. Meski menurut Erich Fromm, pengarang kitab Escape From Freedom yang ditulis dibawah bayang-bayang kekuasaan Hitler, memberikan pernyataan bahwa manusia itu makhluk sosial sehingga mau tidak mau ia akan membutuhkan teman untuk hidup, teman untuk bicara dan sebagainya. Namun, meski demikian, manusia tak bisa dibiarkan bebas menentukan aturan sendiri.
Ini barangkali bisa dijadikan sebagai pelajaran bagi jamaah cowok. Dalam ajanan Islam itu ada aturannya, brur. Termasuk untuk urusan gaul. Jangan mentang-mentang demi gaul, lalu kita bebas melakukan apa saja terhadap lawan gaul kita. Lebih-lebih sampai ngelaba segala. Nggak baik. Selain merusak kerja sama antara laki dan wanita, juga telah merusak tatanan sosial. Catet, itu!
Jadi, agar kamu (khusus cowok) nggak terjerembab masuk ke dalam jamaah para playboy, maka wajib tahu aturan main dalam gaul dengsn lawan jenis, karena memang awalnya dari sini. Kemudian, lambat laun mulai mengertilah perasaan wanita. Meski secara psikologi wanita itu memang cenderung ingin memamerkan apa yang dimilikinya أ¢â‚¬â€persis seperti burung merak yang doyan memamerkan bulu indahnyaأ¢â‚¬â€ ditambah dengan sifatnya yang mudah tersentuh (dan disentuh tentunya), tapi para cowok jangan bereksperimen mempermainkan mereka. Kasihanl
Kendalikan Nafsumu!
Aryton Senna, sang pembalap formula 1, karena ngotot nginjek pedal gas terus-terusan dan lupa nginjek rem (dan memang ajalnya sudah tiba), akhirnya tak kuasa mengendalikan mabilnya yang melaju dengan kecepatan 350 km/jam, lalu membentur dinding pembatas di sirkuit Imola, dan akhirnya tewas.
Barangkali, itulah gsmbaran orang yang tak kussa mengendalikan hawa nafsunya. Karena terlanjur memanjakan nafsu, skhirnya nafsu itu sendiri yang membinasakan dirinya.
Berarti hanus mematikan nafsu? Nggak sekejam itu, brur! Nafsu tak bisa dimatikan, tapi bukan benarti nggak bisa dikendalikan. Ya, sepanjang kita masih hidup, nafsu akan senantiasa hadir dalam diri kita, mengalir dalam energi kehidupan kita. Dan tentunya kita harus pandai menyalurkan kepada yang benar dan baik. ltulah namanya mengendalikan.
Kemudian bagi kamu-kamu yang terlanjur jadi “murid” Don Juan dan Casanova, jangan merasa aman-aman saja dengan kelakuan burukmu. Potensi dirimu ada batasnya, terus perbuatanmu juga akan dimintai pertanggungjawaban. Allah berfirman, “أ¢â‚¬آ¦Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati semuanya akan dimintai?آ pertanggungjawaban”. (OS. Al lsra’: 36).
Nah, bagi yang belum terjun (dan jangan caba-coba tenjun) jadi playboy, ada baiknya menyimak firman Allah, “KatakanIah kepada orang Iaki-Iaki yang beriman supaya menundukkan sebagian pandangan mereka”. (QS. An Nur:30).
Jadi, ini vonis buat para cowok agar jangan ngecengin anak cewek, apalagi sampai ngelaba segala.Lalu, mungkin ada yang bertanya, “Kenapa para playboy malah semakin banyak, padahal aturannya sudah ada?”
lnilah salah satu produk ideologi kapitalisme yang telah membuat masyarakat kita berantakan. Salah satu yang didakwahkan para pengemban ideologi ini adalah paham permisivisme alias kebebassn yang kelewat batas. Terutama dalam hubungan antara laki-laki dan wanita. Makin permisive-nya kaum muslimin, maka semakin longgarlah nilai-nilai keislaman yang selama ini mengikatnya.
Justru ketika nilai-nilai ketakwaan individunya melorot, kemudian kontrol masyarakatnya melemah dan penerapan aturan dan sanksi oleh negara mandul, saat itu pula Iah kits dengsn mudah dihancurkan. Yin, buktinya sekarang mi.
Jadi, pendek kata, mulai saint in selain kamu kudu sadsr, kamu jugs wsjib mempelajani Islam sampai sempurna, agar kamu tak Iagi membiarkan nafsumu liar begitu asia. Makanya, jangan iseng, nanti malsh kecanduan, Iagi.
Yakinlah, bshwa kits bisa mengubah din kits, hanya soal waktu dan kesadaran.
Bagaimana?
(Buletin Studia - Tahun I Nomor 4)
Jangan Tertipu Gemerlap Valentine's Day
Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 11th, 2007
أ¢â‚¬إ“Crasss…أ¢â‚¬? kepala St. Valentine dipancung oleh penguasa Roma. Inilah kisah tragis tentang seorang bishop di Terni, suatu tempat kira-kira 60 mil dari Roma. Kenapa ia dipancung? Konon kabarnya gara-gara ia memasukkan sebuah keluarga Romawi ke dalam agama Kristen. Itu terjadi sekitar tahun 273 Masehi. Dalam perkembangannya, peristiwa tersebut lalu dikaitkan dengan acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang ada sekarang, yakni acara hura-hura anak muda dengan pasangannya masing-masing.
Nah, acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang telah menjadi hajatan wajib bagi kamu itu, ternyata punya latar belakang peristiwa yang bukan berasal dari Islam. So, bahkan dalam versi lain, disebutkan bahwa pada awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Pebruari yang diberi nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan wanita dan perkawinan) serta Pan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka percayai. Acaranya? Laki dan perempuan berkumpul, lalu saling memilih pasangannya lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnyaأ¢â‚¬â€tukar kado. Selanjutnya? Hura-hura sampai pagi, brur!
Lalu seiring dengan berjalannya waktu, pihak gerejaأ¢â‚¬â€yang pada waktu itu agama Kristen mulai menyebar di Romawiأ¢â‚¬â€memindahkan upacara penghormatan terhadap berhala itu menjadi tanggal 14 Pebruari. Dan dibelokkan tujuannya, bukan lagi menghormati berhala, tapi menghormati seorang pendeta Kristen yang tewas dihukum mati. Nama acaranya pun bukan lagi Lupercalia, tapi Saint Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day.
Weleh-weleh, kamu yang ikut-ikutan dalam hajatan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day itu ternyata merayakan peringatan yang bukan berasal dari Islam. Nggak tahu apa nggak mau tahu? Itu salah besar kawan! Makanya, benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khaththab bahwa al ilmu qobla al amal, artinya bahwa ilmu itu mendahului perbuatan. Dengan demikian, sebelum kita tahu status hukum suatu perbuatan, nggak boleh melakukan perbuatan tersebut. Jangan neko-neko kalo belum tahu hukumnya. Jadi, segala sesuatunya harus jelas. Tidak boleh samar, dan harus tahu status hukum perbuatan yang bersangkutan. Ngerti kan? Iya, dong!
Baik, kita nggak akan memperpanjang masalah latar belakang Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day, karena semua orang tahu, bahwa acara tersebut bukan produk dari peradaban Islam. Dan memang Rasulullah saw tidak pernah menganjurkan apalagi mengajarkan acara seperti itu. Tapi yang akan kita soroti lebih dalam adalah bagaimana dampak dari acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang setiap tahun menjadi hajatan wajib anak muda macam kamu, yang merasa harus alias kudu merayakan acara tersebut. Meski harus merogoh kocek ortu kamu dalam-dalam.
Cinta Atau Seks?
Apa jawaban kamu ketika ditanya kenapa ikut dalam pesta Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day? Karena acara itu adalah perayaan kasih sayang? Bisa jadi sebagian besar jawabannya demikian. Namun perlu diingat bahwa sebenarnya bukan kasih sayang, tetapi lebih ke arah bagaimana mengumbar hawa nafsu, yakni seks. Orang-orang Barat, biasa mengucapkan kata-kata cinta dan kasih sayang dengan ucapan, make love.?آ Nah, tentu saja itu artinya bermain cinta yang ujung-ujungnya intercourse alias bersetubuh. Wah, berabe itu!
Oke, sekarang kamu percaya saja kalau dikatakan bahwa sebenarnya model pergaulan anak-anak muda seusia kamu itu sudah liar. Gimana nggak liar, cowok dan cewek gaul bareng nggak kenal batas. Persis dengan apa yang diajarkan oleh James Van Der Beek dan kawan-kawannya dalam serial Dawsonأ¢â‚¬â„¢s Creek yang setiap sepekan sekali ditayangkan di salah satu televisi swasta di negeri ini.
Atau gaya gaul model KNPI alias Kissing, Necking, Petting dan Intercourse, seperti pergaulan amburadul (seks dan kokain) yang sering digambarkan oleh Shannon Doherty, Tiffani أ¢â‚¬إ“Valerieأ¢â‚¬? Amber-Thiesen, Luke أ¢â‚¬إ“Dylan McKayأ¢â‚¬? Perry, Brian أ¢â‚¬إ“Davidأ¢â‚¬? Austin dan Jason أ¢â‚¬إ“Brandonأ¢â‚¬? Prestley dan kawan-kawannya dalam Beverly Hills 90210. Yang kalau menurut penilaian orang-orang, konon kabarnya lebih ekstrim ketimbang kisah cintanya Galih dan Ratna dalam Gita Cinta di SMA yang diperankan oleh Mas Rano Karno dan Mbak Jessy Gusman. Dalam kisah itu, baca surat cinta atau melihat atap rumah sang kekasih saja, rasanya.. gimanaaa gitu. Pokoknya beda banget dengan yang digambarkan oleh David dan Valerie dalam BH 90210. Meski tetap saja, gaya gaulnya Galih dan Ratna dalam Gita Cinta di SMA juga bertentang dengan ajaran Islam. Nah, yang kayak begitu aja bertentangan dengan Islam, apalagi gaya gaulnya remaja Barat. Rusak berat, Non!
Acara Velentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang diklaim sebagai hari kasih sayang ternyata hanya kedok semata. Buktinya, di balik gemerlap pesta Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day, yang katanya hari kasih sayang itu, ternyata tersimpan budaya yang sangat berbahaya bagi generasi muda macam kamu, yang boleh dikatakan masih bau kencur alias anak kemarin sore. Pesta yang dirayakan setiap tanggal 14 Pebruari itu ibarat bom waktu yang siap meledak. Kita telah tertipu dengan gemerlapnya hajatan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day tersebut.
Makanya, benar kata pepatah, bahwa menyikapi persoalan itu harus bijaksana. Artinya, kita jangan mudah tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya gemerlap. Disangka emas, eh, ternyata malah tembaga. Atau sebaliknya, disangka tembaga, ternyata malah emas. Inilah persoalannya, bahwa kita memang harus jeli memandang setiap persoalan. Termasuk masalah Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini. Supaya kamu nggak nyesel seumur-umur. Daripada nyesel seumur-umur kan mendingan senang seumur-umur, iya nggak?
And, kamu juga kudu sadar, bahwa banyaknya teman-teman kamuأ¢â‚¬â€termasuk di seluruh duniaأ¢â‚¬â€yang ikut merayakan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day bukan berarti acara tersebut sah dan legal. Soalnya, sah atau legal acara tersebut bukan tergantung dari banyaknya orang melakukan perbuatan tersebut. Nggak juga tergantung dari selera kamu sebagai manusia yang memandang persoalan hanya dari sudut pandang baik atau buruk menurut ukuran perasaan dan pikiran kamu semata. Tapi seluruhnya disandarkan kepada ajaran-ajaran Islam. Islam sebagai patokan.
Ibarat kamu mau beli baju, normalnya, pasti standarnya adalah bodi kamu, bukan bajunya. Kalau bodi kamu kecil atau gede, maka nyari bajunya pasti yang seukuran dengan badan kamu itu. Bukannya badannya kamu yang dikecilin atau digedein agar pas dengan baju itu. Iya, nggak? Sekali lagi, aturan Islam yang dijadikan patokan berbuat kita, bukan yang lain.
Jadi, Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day sebetulnya bukan meng-agungkan cinta dan kasih sayang, tapi lebih ke arah mengumbar nafsu seks. Nafsu kamu dibiarkan bangkit dan liar tanpa kendali.
Cinta Itu Dopping
Kamu pernah dengar lagu Koes Plusأ¢â‚¬â€grup musik yang tenar tahun 60-an ituأ¢â‚¬â€mendendangkan syair yang bunyinya begini, Ke Jakarta Aku kan kembali. Walaupun apa yang kan terjadi. Pasti yang senang dengan genre (jenis) musik ngak-ngik-ngok iniأ¢â‚¬â€istilah Bung Karno duluأ¢â‚¬â€akan hapal dengan lagu tersebut. Koes Plus berusaha menggambarkan kepada orang bahwa keinginan itu mengalahkan segalanya. Tentu saja karena ada harapan. Meski kadangkala akhirnya harus realistis. Namun tetap memiliki optimistis. Ya, rasa penasaran lah, intinya memang begitu. Karena ada keinginan tertentu yang tersembunyi. Kalau bahasa gaulnya sekarang ini adalah berbuat karena ada maunya. Sulit rasanya idealis, bila tak ada harapan yang dikejar. Iya, tokh?
Nah, termasuk dalam masalah cinta ini. Nggak mungkin dikejar, bila tak memiliki harapan yang didambakan. Mustahil itu. Terlepas dari benar atau salah. Yang pasti, memang kamu mengejar sesuatu yang memiliki daya tarik. Ya, cinta memang dopping. Bikin penasaran dan ampuh mem-bangkitkan kekuatan. Dan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanyalah sebagai salah satu sarana untuk memuaskan keinginan kamu yang tak tertahankan. Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanyalah bungkus. Kemasan yang bisa bikin kamu tambah lengket dengan kekasihmu. Yang sebetulnya kamu lagi nyari semacam legalisasi dari nafsu liar kamu terhadap lawan jenismu.
Kalo cinta bukan dopping, nggak bakalan Hitler mati-matian mengejar Eva Braun. Atau kagak bakalan Julias Caesar memburu cinta Cleopatra. Juga nggak bakalan Barbara Yungأ¢â‚¬â€pemeran A Yung dalam film Sia Tiauw Eng Hiongأ¢â‚¬â€bunuh diri hanya gara-gara nggak kesampaian asmaranya. Karena cinta pula yang mendorong Candraswamiأ¢â‚¬â€politikus Indiaأ¢â‚¬â€punya skandal dengan Pamela Bordes yang saat itu menyandang gelar Miss Universe. Ya, sekali lagi, cinta itu memang dopping. Mungkin kamu pun merasakan hal yang sama. Meski nggak sampai dicatat dalam sejarah.
Ya, cinta memang sanggup membuat orang tergila-gila. Dalam kisah Midsummer Nightأ¢â‚¬â„¢s Dream karya William Shakespeare yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi Michelle Pfeiffer ada sebuah dialog yang mengatakan bahwa, cinta sanggup menyibukkan hidup manusia. Benarkah? Yang pasti memang cinta mampu membuat orang bergairah sekaligus lupa diri! Nah, makanya di sini perlu kendali yang bisa menjinakkan efek samping dari dopping tersebut. Bila tidak? Ya, akan liar. Cinta bukan lagi sesuatu yang sakral dan suci, tetapi sampah!
Valentineأ¢â‚¬â„¢s; topeng buruk model gaul remaja
Budaya ini memang menyimpan bara api yang siap disemburkan. Ibarat diamnya gunung berapi. Sangat berbahaya. Terutama bagi generasi muda macam kamu yang masih labil. Yang mudah kaget dan tergoda dengan setiap perubahan yang ada. Malah tak mustahil bila kemudian tanpa sadar latah mengikuti. Padahal budaya itu adalah budaya yang nggak benar alias bertentangan dengan way of life-nya Islam.
Terlebih Al Quran sangat أ¢â‚¬?cerewetأ¢â‚¬â„¢ menyikapi masalah ini. Allah swt berfirman: أ¢â‚¬إ“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, peng-lihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.أ¢â‚¬? (QS: Al Israأ¢â‚¬â„¢: 36).
Apalagi budaya tersebut memang berasal dari way of life-nya aqidah lain, selain Islamأ¢â‚¬â€dalam hal ini adalah budaya orang Barat yang beraqidah sekuler. Firman Allah swt: أ¢â‚¬إ“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan), sesung-guhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dholim.أ¢â‚¬? (QS: Al Baqarah: 145).
Maka, di sinilah wajib bagi kamu untuk gaul juga soal hukum-hukum Islam. Termasuk dalam hal ini adalah melakukan suatu perbuatan. Harus tahu hukumnya dulu, sebelum melakukan. Sebagaimana suatu kaidah syarأ¢â‚¬â„¢iyah yang berbunyi: أ¢â‚¬إ“Asal (pokok/dasar) perbuatan adalah terkait (terikat) dengan hukum-hukum Islam.أ¢â‚¬??آ Termasuk dalam أ¢â‚¬إ“berkasih sayangأ¢â‚¬? versi Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini, wajib tahu hukumnya. Biar kamu nggak jeblok alias nggak nyesel seumur hidup kamu.
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang mengusung kemasan أ¢â‚¬?kasih sayangأ¢â‚¬â„¢ memang telah berhasil memalingkan kamu dari kasih sayang yang suci dalam pandangan Islam. Kasih sayang yang dimuat Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day itu bernuansa kebebasan bergaul. Dan ini jelas sangat berbahaya. Karena konsekuensi dari masalah ini adalah halal atau haram alias pahala dan dosa. Kenapa? Soalnya berkaitan dengan pandangan hidup alias way of life aqidah tertentu.?آ
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day sengaja digelar untuk mencuci pemikiran generasi muda Islam. Paling tidak ide kebebasan bertingkah laku alias hurriyatus syakhshiyyah telah menjadi tren bagi generasi muda macam kamu. Gaul bebas dengan lawan jenis bukan hal yang tabu lagi. Malah bisa jadi sebagai sebuah keharusan yang tak bisa ditolelir lagi. Kayaknya sudah seperti hidup atau mati urusannya. Berbahaya memang.
Kemasan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day memang mampu menyihir siapa saja yang kendor imannya. Dalam sebuah teori komunikasi massa, ada istilah efek penanaman. Yakni efek yang bisa membuat orang meyakini tentang sesuatu yang sering dipublikasikanأ¢â‚¬â€meski itu adalah salah. Contohnya Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini. Digembar-gemborkan dengan sangat gencar dan dengan kemasan menarik, dan terus menerus disuarakan yang pada gilirannya orang lalu bisa menarik kesimpulan bahwa itu benar dan dilegalkan. Padahal sebenarnya bobrok dalam pandangan Islam. Di sinilah perlunya kita melihat persoalan dengan pandangan yang jernih dan mendalam khas Islam. Nggak boleh yang lain.
Budaya Sampah!
Rasulullah saw, orang yang paling mulia dan kita teladani dengan tegas memperingatkan kita agar jangan mengikuti pola hidup (budaya) kaum/bangsa lain, sebagaimana sabdanya: أ¢â‚¬إ“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta.أ¢â‚¬? Diantara sahabat ada yang bertanya: أ¢â‚¬إ“(Ya Rasulullah) apakah yang dimaksud (di sini) seperti bangsa Persia dan Romawi?أ¢â‚¬? Rasulullah saw menjawab: أ¢â‚¬إ“Siapa lagi (kalau bukan mereka)أ¢â‚¬? (HR. Bukhori, dari Abu Hurairah).
Sebagai seorang remaja muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu saja kita nggak layak mengikuti budaya yang tak jelas juntrungannya. Terlebih Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini adalah produk peradaban Barat yang sekulerأ¢â‚¬â€yang memisahkan antara agama dengan kehidupan (politik).
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanya sebuah sarana dari sekian banyak sarana peradaban Barat yang notabene terbilang maju. Bisa jadi Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day adalah sebagai alat penjajahan?آ Barat. Paling tidak dari sisi budaya dan gaya hidup.
Ada baiknya kita merenungkan pernyata sosiolog muslim yang terkenal, yakni Ibnu Khaldun. Apa yang dikemukakannya? Kata beliau: أ¢â‚¬إ“Yang kalah cenderung mengekor yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam masalah ini adalah mengikuti adat istiadat mereka, bidang seni; seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding-dinding, pabrik-pabrik atau di rumah-rumah.أ¢â‚¬?
Ya, Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day telah memakan banyak korban, khususnya kamu yang masih remaja. Kamu tertipu di balik gemerlapnya. Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day telah menikam perasaan dan pikiran sehat kamu. Dan kamu menjadi liar dalam mewujudkan kasih sayang kamu. Hati-hati kawan, jangan sampai celaan Nabi kita dialamatkan kepada kita melalui sabdanya: أ¢â‚¬إ“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum (gaya hidup dan adat istiadatnya), maka mereka termasuk golongan tersebut.أ¢â‚¬? (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar).
Ih, naudzu billahi min dzalik! (Buletin Studia - Tahun I Nomor 3)
أ¢â‚¬إ“Crasss…أ¢â‚¬? kepala St. Valentine dipancung oleh penguasa Roma. Inilah kisah tragis tentang seorang bishop di Terni, suatu tempat kira-kira 60 mil dari Roma. Kenapa ia dipancung? Konon kabarnya gara-gara ia memasukkan sebuah keluarga Romawi ke dalam agama Kristen. Itu terjadi sekitar tahun 273 Masehi. Dalam perkembangannya, peristiwa tersebut lalu dikaitkan dengan acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang ada sekarang, yakni acara hura-hura anak muda dengan pasangannya masing-masing.
Nah, acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang telah menjadi hajatan wajib bagi kamu itu, ternyata punya latar belakang peristiwa yang bukan berasal dari Islam. So, bahkan dalam versi lain, disebutkan bahwa pada awalnya orang-orang Romawi merayakan hari besar mereka yang jatuh pada tanggal 15 Pebruari yang diberi nama Lupercalia. Peringatan ini adalah sebagai penghormatan kepada Juno (Tuhan wanita dan perkawinan) serta Pan (Tuhan dari alam ini) seperti apa yang mereka percayai. Acaranya? Laki dan perempuan berkumpul, lalu saling memilih pasangannya lewat kado yang telah dikumpulkan dan diberi tanda sebelumnyaأ¢â‚¬â€tukar kado. Selanjutnya? Hura-hura sampai pagi, brur!
Lalu seiring dengan berjalannya waktu, pihak gerejaأ¢â‚¬â€yang pada waktu itu agama Kristen mulai menyebar di Romawiأ¢â‚¬â€memindahkan upacara penghormatan terhadap berhala itu menjadi tanggal 14 Pebruari. Dan dibelokkan tujuannya, bukan lagi menghormati berhala, tapi menghormati seorang pendeta Kristen yang tewas dihukum mati. Nama acaranya pun bukan lagi Lupercalia, tapi Saint Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day.
Weleh-weleh, kamu yang ikut-ikutan dalam hajatan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day itu ternyata merayakan peringatan yang bukan berasal dari Islam. Nggak tahu apa nggak mau tahu? Itu salah besar kawan! Makanya, benar apa yang dikatakan oleh Umar bin Khaththab bahwa al ilmu qobla al amal, artinya bahwa ilmu itu mendahului perbuatan. Dengan demikian, sebelum kita tahu status hukum suatu perbuatan, nggak boleh melakukan perbuatan tersebut. Jangan neko-neko kalo belum tahu hukumnya. Jadi, segala sesuatunya harus jelas. Tidak boleh samar, dan harus tahu status hukum perbuatan yang bersangkutan. Ngerti kan? Iya, dong!
Baik, kita nggak akan memperpanjang masalah latar belakang Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day, karena semua orang tahu, bahwa acara tersebut bukan produk dari peradaban Islam. Dan memang Rasulullah saw tidak pernah menganjurkan apalagi mengajarkan acara seperti itu. Tapi yang akan kita soroti lebih dalam adalah bagaimana dampak dari acara Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang setiap tahun menjadi hajatan wajib anak muda macam kamu, yang merasa harus alias kudu merayakan acara tersebut. Meski harus merogoh kocek ortu kamu dalam-dalam.
Cinta Atau Seks?
Apa jawaban kamu ketika ditanya kenapa ikut dalam pesta Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day? Karena acara itu adalah perayaan kasih sayang? Bisa jadi sebagian besar jawabannya demikian. Namun perlu diingat bahwa sebenarnya bukan kasih sayang, tetapi lebih ke arah bagaimana mengumbar hawa nafsu, yakni seks. Orang-orang Barat, biasa mengucapkan kata-kata cinta dan kasih sayang dengan ucapan, make love.?آ Nah, tentu saja itu artinya bermain cinta yang ujung-ujungnya intercourse alias bersetubuh. Wah, berabe itu!
Oke, sekarang kamu percaya saja kalau dikatakan bahwa sebenarnya model pergaulan anak-anak muda seusia kamu itu sudah liar. Gimana nggak liar, cowok dan cewek gaul bareng nggak kenal batas. Persis dengan apa yang diajarkan oleh James Van Der Beek dan kawan-kawannya dalam serial Dawsonأ¢â‚¬â„¢s Creek yang setiap sepekan sekali ditayangkan di salah satu televisi swasta di negeri ini.
Atau gaya gaul model KNPI alias Kissing, Necking, Petting dan Intercourse, seperti pergaulan amburadul (seks dan kokain) yang sering digambarkan oleh Shannon Doherty, Tiffani أ¢â‚¬إ“Valerieأ¢â‚¬? Amber-Thiesen, Luke أ¢â‚¬إ“Dylan McKayأ¢â‚¬? Perry, Brian أ¢â‚¬إ“Davidأ¢â‚¬? Austin dan Jason أ¢â‚¬إ“Brandonأ¢â‚¬? Prestley dan kawan-kawannya dalam Beverly Hills 90210. Yang kalau menurut penilaian orang-orang, konon kabarnya lebih ekstrim ketimbang kisah cintanya Galih dan Ratna dalam Gita Cinta di SMA yang diperankan oleh Mas Rano Karno dan Mbak Jessy Gusman. Dalam kisah itu, baca surat cinta atau melihat atap rumah sang kekasih saja, rasanya.. gimanaaa gitu. Pokoknya beda banget dengan yang digambarkan oleh David dan Valerie dalam BH 90210. Meski tetap saja, gaya gaulnya Galih dan Ratna dalam Gita Cinta di SMA juga bertentang dengan ajaran Islam. Nah, yang kayak begitu aja bertentangan dengan Islam, apalagi gaya gaulnya remaja Barat. Rusak berat, Non!
Acara Velentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang diklaim sebagai hari kasih sayang ternyata hanya kedok semata. Buktinya, di balik gemerlap pesta Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day, yang katanya hari kasih sayang itu, ternyata tersimpan budaya yang sangat berbahaya bagi generasi muda macam kamu, yang boleh dikatakan masih bau kencur alias anak kemarin sore. Pesta yang dirayakan setiap tanggal 14 Pebruari itu ibarat bom waktu yang siap meledak. Kita telah tertipu dengan gemerlapnya hajatan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day tersebut.
Makanya, benar kata pepatah, bahwa menyikapi persoalan itu harus bijaksana. Artinya, kita jangan mudah tergoda dengan sesuatu yang kelihatannya gemerlap. Disangka emas, eh, ternyata malah tembaga. Atau sebaliknya, disangka tembaga, ternyata malah emas. Inilah persoalannya, bahwa kita memang harus jeli memandang setiap persoalan. Termasuk masalah Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini. Supaya kamu nggak nyesel seumur-umur. Daripada nyesel seumur-umur kan mendingan senang seumur-umur, iya nggak?
And, kamu juga kudu sadar, bahwa banyaknya teman-teman kamuأ¢â‚¬â€termasuk di seluruh duniaأ¢â‚¬â€yang ikut merayakan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day bukan berarti acara tersebut sah dan legal. Soalnya, sah atau legal acara tersebut bukan tergantung dari banyaknya orang melakukan perbuatan tersebut. Nggak juga tergantung dari selera kamu sebagai manusia yang memandang persoalan hanya dari sudut pandang baik atau buruk menurut ukuran perasaan dan pikiran kamu semata. Tapi seluruhnya disandarkan kepada ajaran-ajaran Islam. Islam sebagai patokan.
Ibarat kamu mau beli baju, normalnya, pasti standarnya adalah bodi kamu, bukan bajunya. Kalau bodi kamu kecil atau gede, maka nyari bajunya pasti yang seukuran dengan badan kamu itu. Bukannya badannya kamu yang dikecilin atau digedein agar pas dengan baju itu. Iya, nggak? Sekali lagi, aturan Islam yang dijadikan patokan berbuat kita, bukan yang lain.
Jadi, Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day sebetulnya bukan meng-agungkan cinta dan kasih sayang, tapi lebih ke arah mengumbar nafsu seks. Nafsu kamu dibiarkan bangkit dan liar tanpa kendali.
Cinta Itu Dopping
Kamu pernah dengar lagu Koes Plusأ¢â‚¬â€grup musik yang tenar tahun 60-an ituأ¢â‚¬â€mendendangkan syair yang bunyinya begini, Ke Jakarta Aku kan kembali. Walaupun apa yang kan terjadi. Pasti yang senang dengan genre (jenis) musik ngak-ngik-ngok iniأ¢â‚¬â€istilah Bung Karno duluأ¢â‚¬â€akan hapal dengan lagu tersebut. Koes Plus berusaha menggambarkan kepada orang bahwa keinginan itu mengalahkan segalanya. Tentu saja karena ada harapan. Meski kadangkala akhirnya harus realistis. Namun tetap memiliki optimistis. Ya, rasa penasaran lah, intinya memang begitu. Karena ada keinginan tertentu yang tersembunyi. Kalau bahasa gaulnya sekarang ini adalah berbuat karena ada maunya. Sulit rasanya idealis, bila tak ada harapan yang dikejar. Iya, tokh?
Nah, termasuk dalam masalah cinta ini. Nggak mungkin dikejar, bila tak memiliki harapan yang didambakan. Mustahil itu. Terlepas dari benar atau salah. Yang pasti, memang kamu mengejar sesuatu yang memiliki daya tarik. Ya, cinta memang dopping. Bikin penasaran dan ampuh mem-bangkitkan kekuatan. Dan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanyalah sebagai salah satu sarana untuk memuaskan keinginan kamu yang tak tertahankan. Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanyalah bungkus. Kemasan yang bisa bikin kamu tambah lengket dengan kekasihmu. Yang sebetulnya kamu lagi nyari semacam legalisasi dari nafsu liar kamu terhadap lawan jenismu.
Kalo cinta bukan dopping, nggak bakalan Hitler mati-matian mengejar Eva Braun. Atau kagak bakalan Julias Caesar memburu cinta Cleopatra. Juga nggak bakalan Barbara Yungأ¢â‚¬â€pemeran A Yung dalam film Sia Tiauw Eng Hiongأ¢â‚¬â€bunuh diri hanya gara-gara nggak kesampaian asmaranya. Karena cinta pula yang mendorong Candraswamiأ¢â‚¬â€politikus Indiaأ¢â‚¬â€punya skandal dengan Pamela Bordes yang saat itu menyandang gelar Miss Universe. Ya, sekali lagi, cinta itu memang dopping. Mungkin kamu pun merasakan hal yang sama. Meski nggak sampai dicatat dalam sejarah.
Ya, cinta memang sanggup membuat orang tergila-gila. Dalam kisah Midsummer Nightأ¢â‚¬â„¢s Dream karya William Shakespeare yang diangkat ke layar lebar dan dibintangi Michelle Pfeiffer ada sebuah dialog yang mengatakan bahwa, cinta sanggup menyibukkan hidup manusia. Benarkah? Yang pasti memang cinta mampu membuat orang bergairah sekaligus lupa diri! Nah, makanya di sini perlu kendali yang bisa menjinakkan efek samping dari dopping tersebut. Bila tidak? Ya, akan liar. Cinta bukan lagi sesuatu yang sakral dan suci, tetapi sampah!
Valentineأ¢â‚¬â„¢s; topeng buruk model gaul remaja
Budaya ini memang menyimpan bara api yang siap disemburkan. Ibarat diamnya gunung berapi. Sangat berbahaya. Terutama bagi generasi muda macam kamu yang masih labil. Yang mudah kaget dan tergoda dengan setiap perubahan yang ada. Malah tak mustahil bila kemudian tanpa sadar latah mengikuti. Padahal budaya itu adalah budaya yang nggak benar alias bertentangan dengan way of life-nya Islam.
Terlebih Al Quran sangat أ¢â‚¬?cerewetأ¢â‚¬â„¢ menyikapi masalah ini. Allah swt berfirman: أ¢â‚¬إ“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, peng-lihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawabannya.أ¢â‚¬? (QS: Al Israأ¢â‚¬â„¢: 36).
Apalagi budaya tersebut memang berasal dari way of life-nya aqidah lain, selain Islamأ¢â‚¬â€dalam hal ini adalah budaya orang Barat yang beraqidah sekuler. Firman Allah swt: أ¢â‚¬إ“…dan sesungguhnya jika kamu mengikuti keinginan mereka setelah datang ilmu kepadamu (keterangan-keterangan), sesung-guhnya kamu kalau demikian termasuk golongan orang-orang dholim.أ¢â‚¬? (QS: Al Baqarah: 145).
Maka, di sinilah wajib bagi kamu untuk gaul juga soal hukum-hukum Islam. Termasuk dalam hal ini adalah melakukan suatu perbuatan. Harus tahu hukumnya dulu, sebelum melakukan. Sebagaimana suatu kaidah syarأ¢â‚¬â„¢iyah yang berbunyi: أ¢â‚¬إ“Asal (pokok/dasar) perbuatan adalah terkait (terikat) dengan hukum-hukum Islam.أ¢â‚¬??آ Termasuk dalam أ¢â‚¬إ“berkasih sayangأ¢â‚¬? versi Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini, wajib tahu hukumnya. Biar kamu nggak jeblok alias nggak nyesel seumur hidup kamu.
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day yang mengusung kemasan أ¢â‚¬?kasih sayangأ¢â‚¬â„¢ memang telah berhasil memalingkan kamu dari kasih sayang yang suci dalam pandangan Islam. Kasih sayang yang dimuat Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day itu bernuansa kebebasan bergaul. Dan ini jelas sangat berbahaya. Karena konsekuensi dari masalah ini adalah halal atau haram alias pahala dan dosa. Kenapa? Soalnya berkaitan dengan pandangan hidup alias way of life aqidah tertentu.?آ
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day sengaja digelar untuk mencuci pemikiran generasi muda Islam. Paling tidak ide kebebasan bertingkah laku alias hurriyatus syakhshiyyah telah menjadi tren bagi generasi muda macam kamu. Gaul bebas dengan lawan jenis bukan hal yang tabu lagi. Malah bisa jadi sebagai sebuah keharusan yang tak bisa ditolelir lagi. Kayaknya sudah seperti hidup atau mati urusannya. Berbahaya memang.
Kemasan Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day memang mampu menyihir siapa saja yang kendor imannya. Dalam sebuah teori komunikasi massa, ada istilah efek penanaman. Yakni efek yang bisa membuat orang meyakini tentang sesuatu yang sering dipublikasikanأ¢â‚¬â€meski itu adalah salah. Contohnya Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini. Digembar-gemborkan dengan sangat gencar dan dengan kemasan menarik, dan terus menerus disuarakan yang pada gilirannya orang lalu bisa menarik kesimpulan bahwa itu benar dan dilegalkan. Padahal sebenarnya bobrok dalam pandangan Islam. Di sinilah perlunya kita melihat persoalan dengan pandangan yang jernih dan mendalam khas Islam. Nggak boleh yang lain.
Budaya Sampah!
Rasulullah saw, orang yang paling mulia dan kita teladani dengan tegas memperingatkan kita agar jangan mengikuti pola hidup (budaya) kaum/bangsa lain, sebagaimana sabdanya: أ¢â‚¬إ“Tidak akan terjadi kiamat sebelum umatku menerima (mengikuti) apa-apa yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu (pada masa silam), selangkah demi selangkah, sehasta demi sehasta.أ¢â‚¬? Diantara sahabat ada yang bertanya: أ¢â‚¬إ“(Ya Rasulullah) apakah yang dimaksud (di sini) seperti bangsa Persia dan Romawi?أ¢â‚¬? Rasulullah saw menjawab: أ¢â‚¬إ“Siapa lagi (kalau bukan mereka)أ¢â‚¬? (HR. Bukhori, dari Abu Hurairah).
Sebagai seorang remaja muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir, tentu saja kita nggak layak mengikuti budaya yang tak jelas juntrungannya. Terlebih Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day ini adalah produk peradaban Barat yang sekulerأ¢â‚¬â€yang memisahkan antara agama dengan kehidupan (politik).
Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day hanya sebuah sarana dari sekian banyak sarana peradaban Barat yang notabene terbilang maju. Bisa jadi Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day adalah sebagai alat penjajahan?آ Barat. Paling tidak dari sisi budaya dan gaya hidup.
Ada baiknya kita merenungkan pernyata sosiolog muslim yang terkenal, yakni Ibnu Khaldun. Apa yang dikemukakannya? Kata beliau: أ¢â‚¬إ“Yang kalah cenderung mengekor yang menang dari segi pakaian, kendaraan, bentuk senjata yang dipakai, malah meniru dalam setiap cara hidup mereka, termasuk dalam masalah ini adalah mengikuti adat istiadat mereka, bidang seni; seperti seni lukis dan seni pahat (patung berhala), baik di dinding-dinding, pabrik-pabrik atau di rumah-rumah.أ¢â‚¬?
Ya, Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day telah memakan banyak korban, khususnya kamu yang masih remaja. Kamu tertipu di balik gemerlapnya. Valentineأ¢â‚¬â„¢s Day telah menikam perasaan dan pikiran sehat kamu. Dan kamu menjadi liar dalam mewujudkan kasih sayang kamu. Hati-hati kawan, jangan sampai celaan Nabi kita dialamatkan kepada kita melalui sabdanya: أ¢â‚¬إ“Siapa saja yang menyerupai suatu kaum (gaya hidup dan adat istiadatnya), maka mereka termasuk golongan tersebut.أ¢â‚¬? (HR. Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar).
Ih, naudzu billahi min dzalik! (Buletin Studia - Tahun I Nomor 3)
Musuh Itu Bernama Narkoba
Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 11th, 2007
Genderang perang sudah ditabuh untuk melawan narkoba. Ini tidak main-main. Suer, kamu bakal menyaksikan perang أ¢â‚¬?bubatأ¢â‚¬â„¢ memburu musuh bersama; narkoba. Nggak tanggung-tanggung, orang nomor wahid di negeri ini pun telah menyetujui ancaman hukuman mati bagi para pengedar narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba). Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengeraskan sikap terhadap para pengedar narkoba, jika perlu dengan hukuman mati (Media Indonesia, 7 Desember 1999).
Nah, lo, bikin sport jantung kan? Terutama bagi para pengedar dan bandar narkoba. Kelihatannya sih emang nggak main-main. Soalnya, narkoba sekarang sudah jadi musuh bersama. Hampir semua orang mengutuk barang laknat itu. Dan dengan tegas mencap haram. Walhasil, kita menyaksikan mereka membakar dan menghancurkan tempat-tempat yang diduga kuat sebagai tempat ngumpul para aktivis nge-fly alias para drugs-mania.
Sudah begitu parahkah penyakit rekan-rekan remaja kita? Wow, bukan hanya mereka, narkoba telah jadi santapan favorit di luar chiki bagi anak SD. Ah, mengerikan!
Sekali Coba Binasa
Tanpa maksud nakut-nakutin, tapi memang gawat banget urusannya kalo udah lengket sama narkoba. Makanya jangan coba-coba. Emangnya sulap? Ini bukan sulap bukan sihir. Tapi kejadian nyata. Narkoba mampu membikin kamu puyeng tujuh keliling, dan yang namanya ketagihan itu sudah pasti. Kamu bakal jadi pecandu. Tentu saja kamu bakal jadi orang yang bergantung terus dengan barang durjana itu. Nggak percaya? Putauw, sebagai anggota narkoba, itu bisa membuat kamu lengket dengannya. Saking lengketnya, kamu ogah berpisah dengan barang haram itu. Bahkan kamu seolah sudah menyatakan sumpah setia untuk mengikuti أ¢â‚¬?kehendaknyaأ¢â‚¬â„¢أ¢â‚¬â€bila perlu cap jempol darah (hi..hi..hi..). Sekalipun kamu harus tersiksa saat sakauw, tapi kamu tetap membutuhkannya, meski tangan merogoh kocek dalam-dalam. Hih, syerem!
Kamu tahu tentang AIDS kan? So, pasti kamu kan bukan PKI alias Pemuda Kurang Informasi. Nah, yang satu ini ternyata akrab dengan para pecandu narkoba. Nggak percaya? Nih buktinya. Dari studi yang dilakukannya, pakar AIDS Dr. Zubairi Djoerban mengajukan beberapa bukti keterkaitan narkoba dan HIV/AIDS. Dia mengemukakan dalam beberapa bulan terakhir, sampai dengan bulan Oktober 1999, pasien baru yang didiagnosis atau dirujuk kepadanyaأ¢â‚¬â€selaku spesialis penyakit dalamأ¢â‚¬â€biasanya 1-2 orang dalam satu bulan. Dia juga menambahkan bahwa dalam tiga minggu pertama bulan November 1999, menemukan sembilan kasus baru infeksi HIV/AIDS, dan tiga diantaranya pecandu narkoba Hih, mengerikan banget. Lebih menyeramkan lagi adalah penelitian beliau melalui Yayasan Pelita Ilmu yang diketuainya tentang penelitian pendahuluan terhadap ABG di daerah Blok M, yang memperlihatkan adanya 7,5 % di antara mereka merupakan pecandu narkoba dan 12,3 % lainnya terlibat seks bebas(Media Indonesia, 30 Nopember 1999).
Kita memang tak bisa menutup mata dan telinga terhadap kasus-kasus yang menimpa rekan-rekan remaja. Persaudaraan antara seks bebas dan narkoba telah menjadi gaya hidup baru di kalangan remaja perkotaanأ¢â‚¬â€meski tak menutup kemungkinan itu terjadi pula di desa-desa. Kalo udah gitber alias giting berat (khusus pecandu ganja alias rasta mania), apa pun akan dilakukannya dengan memenuhi rasa أ¢â‚¬?hausأ¢â‚¬â„¢nya . Bila perlu. Itu tadi. Ngeseks euy!
Kamu kudu yakin bahwa tingkah rekan kita yang seperti itu sebenarnya bukan hanya bahaya buat dirinya sendiri, tapi juga bakal ngerembet ke orang lain. Soalnya, beda dengan ngajak orang pergi ke mesjid yang susahnya minta maaf. Tapi kalo ngajak ngedrugs, gampangnya bukan main, rasanya kaki ringan banget ngelangkahnya. Dengan iming-iming bisa bikin ngilangin stres atau ancaman kagak solider, teman kamu yang kendor imannya bakal sukarela jadi anggota pear group yang senantiasa kompak kalo lagi sakauw. Padahal ujung-ujungnya kalo ada yang sekarat saat sakauw berjamaah itu, bakal ditinggalin. Kagak bakalan diurus. Nggak peduli nyungsep di tempat jin buang anak apa nggak. Yang jelas, mereka sangat ketakutan bila ada anggota pear groupnya yang sekarat.
Makanya, berteman itu dengan orang yang mampu membina kita dalam kebaikan, bukan malah membinasakan kita. Kamu bakalan terus diburu rasa was-was dan takut bukan main bila ternyata lingkungan kamu malah menjebak kamu dalam suasana yang seperti itu. Makanya perlu ada penyelesaian yang jitu untuk kasus model begitu. Kata pepatah, Lebih baik menyalakan sebatang lilin ketimbang terus menerus mengutuki kegelapan. Jadi, harus dimulai dari sekarang, sekecil apa pun usaha kita.
Stop Narkoba!
Masalah narkoba ini memang sepertinya nggak bakal kelar-kelar, bila tak melibatkan semua komponen masyarakat dan negara. Suer, soalnya, yang terjadi sekarang ini ibarat orang memadamkan kebakaran, tapi membuat kebakaran baru. Sebagian semangat menjegal, eh, sebagian masyarakat lain malah nggak peduli, bahkan semakin meningkatkan operasinya. Ibarat pelacuran, yang getol melarang banyak, tapi tak sedikit pula yang membuka tempat-tempat pelacuran. Malah lucunya, pemerintah menyediakan tempat-tempat lokalisasi. Ya, bisa ditebak hasilnya, kagak beres-beres. Muter aja, kalo nggak mau disebut cuma jalan di tempat. Yang ada malah bikin stres. Kenapa? Soalnya, kita nggak bisa cuma merusak tempat-tempat yang diduga kuat sebagai sarang para pelaku sakauw. Juga bukan hanya menyediakan rumah sakit khusus dengan fasilitas mewah untuk menangani perawatan korban narkoba. Dan nggak hanya terus nangkepin pengguna dan pengedarnya tanpa ada tindakan berarti dan membekas dari pemerintah. Jadi, model penanganan yang harus dilakukan adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa narkoba itu bukan hanya bahaya bagi kesehatan, tapi lebih dari itu bahwa narkoba adalah barang haram dan pelakunya jelas masuk dalam daftar aktivis yang melakukan perbuatan dosa. Tentu saja, perbuatan tersebut akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt. Danأ¢â‚¬â€ini nggak boleh melengأ¢â‚¬â€pemerintah harus mampu menunjukkan sebagai pengayom rakyat dengan menerapkan aturan dan sanksi yang tegas terhadap para pelaku maksiat.
Coba aja bayangin, kalo nggak ada tindakan tegas dari penguasa, para pengedar dengan leluasa masuk ke negeri ini dari berbagai negara. Tabloid AKSI vol. 4 No. 200 (30 Nopember أ¢â‚¬â€œ2 Desember 1999) menurunkan berita seputar narkoba. Beritanya? Ternyata peredaran narkoba di negerinya Si Komo ini melibatkan sindikat internasional. Kapolri Jenderal Roesmanhadi, yang dikutip AKSI, menyebutkan bahwa berbagai jenis kokain dan heroin masuk ke Indonesia melalui jalur udara, laut dan darat. Bubuk itu ada yang datang bersama penumpang (body wraping/swallowed) maupun disembunyikan dalam barang bawaan dan kiriman. Kapolri juga menyebutkan bahwa daerah asal heroin dari the golden triangle dan kokain berasal dari Kolombia, Peru dan Brazilia. Para penyelundup dari Guang Zhou (Cina) pun yang membawa sabu-sabu alias nethamphetaine bebas melenggang. Bahkan lebih menyedihkan lagiأ¢â‚¬â€ini sudah menjadi rahasia umumأ¢â‚¬â€banyak aparat yang lebih suka menjadi pengguna bahkan pengedar ketimbang meringkus para user dan pengedar narkoba. Kalo sudah begini, rasanya dunia begitu sempit kawan. Maka nggak ada jalan lain kecuali menstop laju narkoba.
Barang Haram
Mungkin saja, teman-teman kamu yang terlibat narkoba ada yang nggak ngeh kalo ternyata barang tersebut adalah termasuk daftar barang haram dalam pandangan Islam. Bukan nuduh, kita sih, pede aja lagi. Soalnya, banyak juga temen-teman kamu yang ngakunya muslim, tapi terlibat dalam kasus ini. Jelas, bahwa beliau tidak ngerti dan nggak paham seputar barang tersebut. Soalnya, bisa jadi informasi seputar narkoba dalam pandangan Islam belum menyentuhnya. Kemudian yang paling parah adalah, lingkungan tempat kawan-kawan itu kita bergaul amburadul. Jadinya klop alias cooocok!
Jadi, perlu diberi penjelasan bahwa narkoba itu, apa pun jenisnya; dari mulai ganja alias cimeng, heroin, kokain, ekstasi, sabu-sabu, putauw dan saudara-saudaranya itu adalah barang haram. Sabda Rasulullah saw: أ¢â‚¬إ“Segala yang mengacaukan akal dan memabukkan adalah haramأ¢â‚¬? (HR. Imam Abu Daud).
Syeikh Ibnu Taimiyah sebagaimana yang dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunah, menyatakan bahwa hadits tersebut mencakup segala benda yang merusakkan akal tanpa membeda-bedakan jenis dan tanpa terikat cara pemakaiannya, baik dimakan, diminum, dihisap, disuntik dan sebagainya. Maka benda-benda yang merusak akal tersebut, termasuk putauw, ekstasi dan sejenisnya dari anggota narkoba, jelas terkategori haram. Dan sebagaimana pedoman Islam setiap padaku perbuatan haram akan diganjar dengan hukuman.
Bagaimana dengan para penjualnya? Adalah hal yang menggelikan bila sekarang ini hanya dikenakan sanksi bagi para pemakai tapi membiarkan penjualnya berkeliaran dengan bebas. Dalam hal ini terdapat kaidah umum dari para ulama yang berbunyi: أ¢â‚¬إ“Apa saja yang diharamkan, maka diharamkan pula dijualbelikannya??أ¢â‚¬?. Kaidah ini berlandaskan kepada hadits Rasulullah saw dari Ibnu Abi Syuaibah: أ¢â‚¬إ“Jika Allah mengharamkan sesuatu, maka haram pula harganya (yang diperoleh dari benda tersebut).
Terus Gimana?
Ya, pertanyaan keren. Kamu harus gaul juga soal hukum-hukum Islam, bukan cuma gaul soal artis en film-film doang. Soalnya, mau nggak mau kita hidup itu kan untuk ibadah. Makanya, segala aktivitas kita itu harus sesuai dengan tuntunan dan tuntutan Allah swt dan Rasul-Nya. Nah, supaya semuanya bisa bernilai ibadah, maka gaul soal hukum-hukum Islam jadi wajib buat kamu. Soalnya, kalo udah tahu mana yang salah dan mana yang sholeh, udah ngeh mana perbuatan yang tercela dan mana perbuatan yang terpuji, kamu bisa mengendalikan diri. Bahkan siapa tahu kamu juga bakal bisa mengajak teman kamu untuk ngikuti dalam kegiatan keislaman yang kamu bikin.
Seperti kesepakatan semula, bahwa masalah ini nggak berdiri sendiri. Maka penyelesaiannya pun nggak bisa sepotong-sepotong, tapi harus total alias menyeluruh dan melibatkan semua sektor. Pertama, kamu kudu melindungi dirimu dengan baju takwa. Bukan hanya jilbab atawa baju koko. Tapi maksudnya dengan ketakwaan yang tulus kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Tahu kan takwa? Pendek kata, kamu wajib melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dan tentu saja berbarengan dengan itu, kamu juga kudu menjauhi atau meninggalkan apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Yakinlah, bahwa Allah akan menyelamatkan kamu, jika kamu sendiri berusaha untuk menyelamatkan dirimu dari kebinasaan.
Kedua, kamu suka nonton bola? Nah, kalo suka, kamu pasti kesel dong, bila ada salah satu pemain dari klub favorit kamu bermain jelek, misalnya masukin ke gawang sendiri dengan sengaja. Wah gondoknya bukan main. Minimal kamu nyumpahin atau malah sampai ngutuk. Nah, sama saja, bila kamu melihat teman kamu berbuat salah, idealnya orang yang di sekitarnya juga mencap bahwa kelakuan teman kamu itu salah dan kemudian melakukan tindakan pencegahan atau memberikan teguran. Jadi, perlu adanya kontrol masyarakat yang ketat. Karena walau bagaimana pun juga individu itu bagian dari sebuah masyarakat. Bila masyarakatnya amburadul, tak mustahil individunya ikut-ikutan senewen. Soalnya, mau nggak mau pengaruhnya pasti adaأ¢â‚¬â€sekecil apapun. Dan yang terakhir, perlu ada kekuatan dari orang nomor satuأ¢â‚¬â€secara lebih luas penguasaأ¢â‚¬â€di negeri ini untuk membuat menerapkan aturan dan sanksi yang tegas. Tentu bukan hanya NATO alias No Action Talk Only tapi membuat seperangkat aturan yang baku dan terperinci.
Kita yakin, bila tiga pilar penegakan hukum itu berfungsi, maka tak ada tempat bagi para user dan pengedar narkoba. Jangankan narkoba, kasus-kasus lainya yang menjurus kepada kemaksiatan bakal ogah muncul. Dan kalo pun nekat muncul, pasti bakal dibabat habis.
Kondisi seperti ini memang hanya akan terjadi jika ikatan kebersamaan antar individu itu kuat. Pemikiran kita seragam, perasaan kita kompak, dan tentu saja kita sepakat bahwa pemikiran dan perasaan yang seragam itu hanya bisa tumbuh dan berkembang dalam naungan negara yang menerapkan aturan yang sama pula. Dan kamu harus inget-inget, bahwa?آ pemikiran, perasaan dan aturannya adalah Islam. Nah, kondisi seperti ini yang nantinya bakal melahirkan kebersamaan dalam gerak dan menentukan sikap. Kalo itu salah, maka kamu semua sepakat membenci bahkan mengutuknya. Dan tentu saja, jika benar, maka kamu semua dengan tulus mengatakan benar. Dengan demikian kamu bisa ngomong sekarang; narkoba adalah musuh bersama!
Gimana? (Buletin Studia - Tahun I Nomor 2)
Genderang perang sudah ditabuh untuk melawan narkoba. Ini tidak main-main. Suer, kamu bakal menyaksikan perang أ¢â‚¬?bubatأ¢â‚¬â„¢ memburu musuh bersama; narkoba. Nggak tanggung-tanggung, orang nomor wahid di negeri ini pun telah menyetujui ancaman hukuman mati bagi para pengedar narkotik dan obat-obatan terlarang (narkoba). Ia menegaskan bahwa pemerintah akan mengeraskan sikap terhadap para pengedar narkoba, jika perlu dengan hukuman mati (Media Indonesia, 7 Desember 1999).
Nah, lo, bikin sport jantung kan? Terutama bagi para pengedar dan bandar narkoba. Kelihatannya sih emang nggak main-main. Soalnya, narkoba sekarang sudah jadi musuh bersama. Hampir semua orang mengutuk barang laknat itu. Dan dengan tegas mencap haram. Walhasil, kita menyaksikan mereka membakar dan menghancurkan tempat-tempat yang diduga kuat sebagai tempat ngumpul para aktivis nge-fly alias para drugs-mania.
Sudah begitu parahkah penyakit rekan-rekan remaja kita? Wow, bukan hanya mereka, narkoba telah jadi santapan favorit di luar chiki bagi anak SD. Ah, mengerikan!
Sekali Coba Binasa
Tanpa maksud nakut-nakutin, tapi memang gawat banget urusannya kalo udah lengket sama narkoba. Makanya jangan coba-coba. Emangnya sulap? Ini bukan sulap bukan sihir. Tapi kejadian nyata. Narkoba mampu membikin kamu puyeng tujuh keliling, dan yang namanya ketagihan itu sudah pasti. Kamu bakal jadi pecandu. Tentu saja kamu bakal jadi orang yang bergantung terus dengan barang durjana itu. Nggak percaya? Putauw, sebagai anggota narkoba, itu bisa membuat kamu lengket dengannya. Saking lengketnya, kamu ogah berpisah dengan barang haram itu. Bahkan kamu seolah sudah menyatakan sumpah setia untuk mengikuti أ¢â‚¬?kehendaknyaأ¢â‚¬â„¢أ¢â‚¬â€bila perlu cap jempol darah (hi..hi..hi..). Sekalipun kamu harus tersiksa saat sakauw, tapi kamu tetap membutuhkannya, meski tangan merogoh kocek dalam-dalam. Hih, syerem!
Kamu tahu tentang AIDS kan? So, pasti kamu kan bukan PKI alias Pemuda Kurang Informasi. Nah, yang satu ini ternyata akrab dengan para pecandu narkoba. Nggak percaya? Nih buktinya. Dari studi yang dilakukannya, pakar AIDS Dr. Zubairi Djoerban mengajukan beberapa bukti keterkaitan narkoba dan HIV/AIDS. Dia mengemukakan dalam beberapa bulan terakhir, sampai dengan bulan Oktober 1999, pasien baru yang didiagnosis atau dirujuk kepadanyaأ¢â‚¬â€selaku spesialis penyakit dalamأ¢â‚¬â€biasanya 1-2 orang dalam satu bulan. Dia juga menambahkan bahwa dalam tiga minggu pertama bulan November 1999, menemukan sembilan kasus baru infeksi HIV/AIDS, dan tiga diantaranya pecandu narkoba Hih, mengerikan banget. Lebih menyeramkan lagi adalah penelitian beliau melalui Yayasan Pelita Ilmu yang diketuainya tentang penelitian pendahuluan terhadap ABG di daerah Blok M, yang memperlihatkan adanya 7,5 % di antara mereka merupakan pecandu narkoba dan 12,3 % lainnya terlibat seks bebas(Media Indonesia, 30 Nopember 1999).
Kita memang tak bisa menutup mata dan telinga terhadap kasus-kasus yang menimpa rekan-rekan remaja. Persaudaraan antara seks bebas dan narkoba telah menjadi gaya hidup baru di kalangan remaja perkotaanأ¢â‚¬â€meski tak menutup kemungkinan itu terjadi pula di desa-desa. Kalo udah gitber alias giting berat (khusus pecandu ganja alias rasta mania), apa pun akan dilakukannya dengan memenuhi rasa أ¢â‚¬?hausأ¢â‚¬â„¢nya . Bila perlu. Itu tadi. Ngeseks euy!
Kamu kudu yakin bahwa tingkah rekan kita yang seperti itu sebenarnya bukan hanya bahaya buat dirinya sendiri, tapi juga bakal ngerembet ke orang lain. Soalnya, beda dengan ngajak orang pergi ke mesjid yang susahnya minta maaf. Tapi kalo ngajak ngedrugs, gampangnya bukan main, rasanya kaki ringan banget ngelangkahnya. Dengan iming-iming bisa bikin ngilangin stres atau ancaman kagak solider, teman kamu yang kendor imannya bakal sukarela jadi anggota pear group yang senantiasa kompak kalo lagi sakauw. Padahal ujung-ujungnya kalo ada yang sekarat saat sakauw berjamaah itu, bakal ditinggalin. Kagak bakalan diurus. Nggak peduli nyungsep di tempat jin buang anak apa nggak. Yang jelas, mereka sangat ketakutan bila ada anggota pear groupnya yang sekarat.
Makanya, berteman itu dengan orang yang mampu membina kita dalam kebaikan, bukan malah membinasakan kita. Kamu bakalan terus diburu rasa was-was dan takut bukan main bila ternyata lingkungan kamu malah menjebak kamu dalam suasana yang seperti itu. Makanya perlu ada penyelesaian yang jitu untuk kasus model begitu. Kata pepatah, Lebih baik menyalakan sebatang lilin ketimbang terus menerus mengutuki kegelapan. Jadi, harus dimulai dari sekarang, sekecil apa pun usaha kita.
Stop Narkoba!
Masalah narkoba ini memang sepertinya nggak bakal kelar-kelar, bila tak melibatkan semua komponen masyarakat dan negara. Suer, soalnya, yang terjadi sekarang ini ibarat orang memadamkan kebakaran, tapi membuat kebakaran baru. Sebagian semangat menjegal, eh, sebagian masyarakat lain malah nggak peduli, bahkan semakin meningkatkan operasinya. Ibarat pelacuran, yang getol melarang banyak, tapi tak sedikit pula yang membuka tempat-tempat pelacuran. Malah lucunya, pemerintah menyediakan tempat-tempat lokalisasi. Ya, bisa ditebak hasilnya, kagak beres-beres. Muter aja, kalo nggak mau disebut cuma jalan di tempat. Yang ada malah bikin stres. Kenapa? Soalnya, kita nggak bisa cuma merusak tempat-tempat yang diduga kuat sebagai sarang para pelaku sakauw. Juga bukan hanya menyediakan rumah sakit khusus dengan fasilitas mewah untuk menangani perawatan korban narkoba. Dan nggak hanya terus nangkepin pengguna dan pengedarnya tanpa ada tindakan berarti dan membekas dari pemerintah. Jadi, model penanganan yang harus dilakukan adalah bagaimana memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa narkoba itu bukan hanya bahaya bagi kesehatan, tapi lebih dari itu bahwa narkoba adalah barang haram dan pelakunya jelas masuk dalam daftar aktivis yang melakukan perbuatan dosa. Tentu saja, perbuatan tersebut akan diminta pertanggungjawabannya di hadapan Allah swt. Danأ¢â‚¬â€ini nggak boleh melengأ¢â‚¬â€pemerintah harus mampu menunjukkan sebagai pengayom rakyat dengan menerapkan aturan dan sanksi yang tegas terhadap para pelaku maksiat.
Coba aja bayangin, kalo nggak ada tindakan tegas dari penguasa, para pengedar dengan leluasa masuk ke negeri ini dari berbagai negara. Tabloid AKSI vol. 4 No. 200 (30 Nopember أ¢â‚¬â€œ2 Desember 1999) menurunkan berita seputar narkoba. Beritanya? Ternyata peredaran narkoba di negerinya Si Komo ini melibatkan sindikat internasional. Kapolri Jenderal Roesmanhadi, yang dikutip AKSI, menyebutkan bahwa berbagai jenis kokain dan heroin masuk ke Indonesia melalui jalur udara, laut dan darat. Bubuk itu ada yang datang bersama penumpang (body wraping/swallowed) maupun disembunyikan dalam barang bawaan dan kiriman. Kapolri juga menyebutkan bahwa daerah asal heroin dari the golden triangle dan kokain berasal dari Kolombia, Peru dan Brazilia. Para penyelundup dari Guang Zhou (Cina) pun yang membawa sabu-sabu alias nethamphetaine bebas melenggang. Bahkan lebih menyedihkan lagiأ¢â‚¬â€ini sudah menjadi rahasia umumأ¢â‚¬â€banyak aparat yang lebih suka menjadi pengguna bahkan pengedar ketimbang meringkus para user dan pengedar narkoba. Kalo sudah begini, rasanya dunia begitu sempit kawan. Maka nggak ada jalan lain kecuali menstop laju narkoba.
Barang Haram
Mungkin saja, teman-teman kamu yang terlibat narkoba ada yang nggak ngeh kalo ternyata barang tersebut adalah termasuk daftar barang haram dalam pandangan Islam. Bukan nuduh, kita sih, pede aja lagi. Soalnya, banyak juga temen-teman kamu yang ngakunya muslim, tapi terlibat dalam kasus ini. Jelas, bahwa beliau tidak ngerti dan nggak paham seputar barang tersebut. Soalnya, bisa jadi informasi seputar narkoba dalam pandangan Islam belum menyentuhnya. Kemudian yang paling parah adalah, lingkungan tempat kawan-kawan itu kita bergaul amburadul. Jadinya klop alias cooocok!
Jadi, perlu diberi penjelasan bahwa narkoba itu, apa pun jenisnya; dari mulai ganja alias cimeng, heroin, kokain, ekstasi, sabu-sabu, putauw dan saudara-saudaranya itu adalah barang haram. Sabda Rasulullah saw: أ¢â‚¬إ“Segala yang mengacaukan akal dan memabukkan adalah haramأ¢â‚¬? (HR. Imam Abu Daud).
Syeikh Ibnu Taimiyah sebagaimana yang dikutip Sayyid Sabiq dalam Fiqh as-Sunah, menyatakan bahwa hadits tersebut mencakup segala benda yang merusakkan akal tanpa membeda-bedakan jenis dan tanpa terikat cara pemakaiannya, baik dimakan, diminum, dihisap, disuntik dan sebagainya. Maka benda-benda yang merusak akal tersebut, termasuk putauw, ekstasi dan sejenisnya dari anggota narkoba, jelas terkategori haram. Dan sebagaimana pedoman Islam setiap padaku perbuatan haram akan diganjar dengan hukuman.
Bagaimana dengan para penjualnya? Adalah hal yang menggelikan bila sekarang ini hanya dikenakan sanksi bagi para pemakai tapi membiarkan penjualnya berkeliaran dengan bebas. Dalam hal ini terdapat kaidah umum dari para ulama yang berbunyi: أ¢â‚¬إ“Apa saja yang diharamkan, maka diharamkan pula dijualbelikannya??أ¢â‚¬?. Kaidah ini berlandaskan kepada hadits Rasulullah saw dari Ibnu Abi Syuaibah: أ¢â‚¬إ“Jika Allah mengharamkan sesuatu, maka haram pula harganya (yang diperoleh dari benda tersebut).
Terus Gimana?
Ya, pertanyaan keren. Kamu harus gaul juga soal hukum-hukum Islam, bukan cuma gaul soal artis en film-film doang. Soalnya, mau nggak mau kita hidup itu kan untuk ibadah. Makanya, segala aktivitas kita itu harus sesuai dengan tuntunan dan tuntutan Allah swt dan Rasul-Nya. Nah, supaya semuanya bisa bernilai ibadah, maka gaul soal hukum-hukum Islam jadi wajib buat kamu. Soalnya, kalo udah tahu mana yang salah dan mana yang sholeh, udah ngeh mana perbuatan yang tercela dan mana perbuatan yang terpuji, kamu bisa mengendalikan diri. Bahkan siapa tahu kamu juga bakal bisa mengajak teman kamu untuk ngikuti dalam kegiatan keislaman yang kamu bikin.
Seperti kesepakatan semula, bahwa masalah ini nggak berdiri sendiri. Maka penyelesaiannya pun nggak bisa sepotong-sepotong, tapi harus total alias menyeluruh dan melibatkan semua sektor. Pertama, kamu kudu melindungi dirimu dengan baju takwa. Bukan hanya jilbab atawa baju koko. Tapi maksudnya dengan ketakwaan yang tulus kepada Allah swt dan Rasul-Nya. Tahu kan takwa? Pendek kata, kamu wajib melaksanakan segala perintah Allah dan Rasul-Nya dan tentu saja berbarengan dengan itu, kamu juga kudu menjauhi atau meninggalkan apa yang telah dilarang oleh Allah dan Rasul-Nya. Yakinlah, bahwa Allah akan menyelamatkan kamu, jika kamu sendiri berusaha untuk menyelamatkan dirimu dari kebinasaan.
Kedua, kamu suka nonton bola? Nah, kalo suka, kamu pasti kesel dong, bila ada salah satu pemain dari klub favorit kamu bermain jelek, misalnya masukin ke gawang sendiri dengan sengaja. Wah gondoknya bukan main. Minimal kamu nyumpahin atau malah sampai ngutuk. Nah, sama saja, bila kamu melihat teman kamu berbuat salah, idealnya orang yang di sekitarnya juga mencap bahwa kelakuan teman kamu itu salah dan kemudian melakukan tindakan pencegahan atau memberikan teguran. Jadi, perlu adanya kontrol masyarakat yang ketat. Karena walau bagaimana pun juga individu itu bagian dari sebuah masyarakat. Bila masyarakatnya amburadul, tak mustahil individunya ikut-ikutan senewen. Soalnya, mau nggak mau pengaruhnya pasti adaأ¢â‚¬â€sekecil apapun. Dan yang terakhir, perlu ada kekuatan dari orang nomor satuأ¢â‚¬â€secara lebih luas penguasaأ¢â‚¬â€di negeri ini untuk membuat menerapkan aturan dan sanksi yang tegas. Tentu bukan hanya NATO alias No Action Talk Only tapi membuat seperangkat aturan yang baku dan terperinci.
Kita yakin, bila tiga pilar penegakan hukum itu berfungsi, maka tak ada tempat bagi para user dan pengedar narkoba. Jangankan narkoba, kasus-kasus lainya yang menjurus kepada kemaksiatan bakal ogah muncul. Dan kalo pun nekat muncul, pasti bakal dibabat habis.
Kondisi seperti ini memang hanya akan terjadi jika ikatan kebersamaan antar individu itu kuat. Pemikiran kita seragam, perasaan kita kompak, dan tentu saja kita sepakat bahwa pemikiran dan perasaan yang seragam itu hanya bisa tumbuh dan berkembang dalam naungan negara yang menerapkan aturan yang sama pula. Dan kamu harus inget-inget, bahwa?آ pemikiran, perasaan dan aturannya adalah Islam. Nah, kondisi seperti ini yang nantinya bakal melahirkan kebersamaan dalam gerak dan menentukan sikap. Kalo itu salah, maka kamu semua sepakat membenci bahkan mengutuknya. Dan tentu saja, jika benar, maka kamu semua dengan tulus mengatakan benar. Dengan demikian kamu bisa ngomong sekarang; narkoba adalah musuh bersama!
Gimana? (Buletin Studia - Tahun I Nomor 2)
Ternyata, Remaja Kita Adalah Generasi Latah
Posted in Buletin Studia Tahun I by abu fikri on the April 11th, 2007
¢â‚¬?Bondol! teriak cewek berusia sekitar 14 tahun. Yang diteriakinya adalah anak cowok berambut cepak, pengendara mobil Kijang ceper yang melintas di hadapannya. Rupanya, teriakan gadis baru lepas ingusan itu mampu menghentikan kendaraan tadi, karena padatnya IaIu Iintas di jalan Mahakam, Jakarta, pada suatu malam minggu awal September lalu.
Dengan cekatan si cewek langsung menghampiri cowok tadi. Sejurus kemudian, lewat kaca jendela mobil, mereka asyik mengobrol, yang kayaknya hanya dimengerti oleh mereka sendiri (MA TRA, edisi khusus, November 1996).
Kejadian ini bisa saja hanya kasus kecil yang berhasil direkam di satu sudut kota Jakarta. Masih banyak, dan tak mustahil kejadian yang sama juga dilakukan oleh para ABG di kota-kota besar Iainnya, tentu dengan berbagai variasi yang kadangkala tak terpikirkan sebelumnya oleh remaja di jaman dulu.
Remaja sekarang memang lebih mahir berduel dengan budaya global yang masuk dengan derasnya. Efek balik sudah tentu ada. Celakanya, justeru pengaruh jelek yang ternyata kita sadari lebih cepat terserap kaum remaja ketimbang yang baik. Yang buruk-buruk itu adalah termasuk pergaulan bebas yang nampaknya sangat dinikmati, perilaku seks bebas, aborsi yang angkanya cenderung meroket dari tahun ke tahun. Menggilanya pemakaian obat-obat tenlarang; dan ganja, nipam, sampai ekstasi dan putauw sudah kita rasakan pengaruhnya, remaja kita babak belur Tak bisa dipungkiri, remaja kita sekarang ini ternyata akrab dengan beberapa kasus di bawah ni.
Seks Bebas
Rasanya bukan hal baru untuk ukuran sekarang. Maraknya seks pra-nikah di kalangan remaja, menurut seorang ahli karena informasi yang keliru tentang seks. Maka ada yang menyarankan agar pendidikan seks sudah waktunya diberikan di sekolah-sekolah. Soal seks bebas dan perilaku yang cenderung mengarah kepada seks amburadul justeru remaja wanita yang lebih banyak mempraktekkannya ketimbang remaja pria. Banyak diantara remaja wanita yang rela menjual harga dirinya dengan making love bersama para lelaki hidung belang.
Sialnya, kondisi mi diperparah dengan maraknya film-film, majalah, bahkan situs-situs di internet yang menawarkan أ¢â‚¬إ“programأ¢â‚¬â„¢ esek-esek. Tak ayal lagi, ini merupakan tamparan bagi kita.?آ Malah, kondisi seperti itu membuat mereka mendapat angin karena merasa أ¢â‚¬إ“dilegalkanأ¢â‚¬?. Betapa tidak, televisi tak henti-hentinya menayangkan film-film yang mengajarkan pergaulan sekaligus saks bebas.
Sebagai negara dunia ketiga, kita tak lepas dari pengarus negara maju seperti Amerika yang mahir dalam mengeluarkan berbagai produk yang menelikung konsumen dunia ketiga yang rata-rata latah akan modernisasi. Sebagai contoh andil mereka dalam mengkondisikan budaya pergaulan dan seks bebas adalah dalam industri pornografi yang makin berkibar.
Di Amerika, menurut majalah khusus video porno, Adult Video News, jumlah kaset video porno (hard core) yang disewa meningkat dari 75 juta pada 1965 menjadi 665 juta pada tahun 1996. Maka, pantas saja bisnis itu sangat menjanjikan bagi para pemuja kepuasan dan kebebasan. Budaya tarian semacam striptease segera dikenalkan kepada remaja di negeri ini. Meski untuk tarian أ¢â‚¬إ“gilaأ¢â‚¬? ini kasusnya tak begitu marak, namun tetap memberikan fakta yang tak bisa begitu saja diabaikan. Bagi remaja yang rela menari seperti binatang itu tentu akan memperoleh honor yang lumayan dibanding kalau dia harus memainkan tarian yang lain. Di Amerika saja, pendapatan penari striptease bisa mengantongi uang 15 ribu dolar hingga 20 ribu dolar dalam seminggu (Republika, 9 Maret 1997, hal. 8).
Kriminalitas dan Narkotika
Tawuran, yang belum lama mi beritanya sering menghiasi halaman koran dan majalah ibu kota tidak bisa diabaikan begitu saja. Kesalahan orang tua dalam memandang kasus ini adalah menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh remaja-remaja itu hanya sebatas kenakalan biasa. Padahal dalam beberapa kasus, sikap brutal mereka sudah mengarah kepada tindak kriminal yang membahayakan. Gimana nggak, mereka sudah tak segan lagi membawa senjata tajam, dan belati sampai celurit. Dan terbukti dalam beberapa kasus, senjata itu telah banyak memakan korban, tidak hanya luka parah, tapi juga sampai koit!
Lalu, kawan dekatnya kejahatan adalah minuman keras dan narkoba. Itu tak bisa dipungkiri. Entah mereka melihatnya di film-film atau belajar sendiri dari kehidupan di lingkungannya. Mesti yang namanya tindak kriminal hampir seluruhnya dilakukan oleh para pecandu miras dan narkotika. Parahnya, gejala ini bukan hanya hinggap di kalangan remaja kota, tapi sudah mewabah hingga remaja desa yang kampungan. Sudah pasti minuman keras kelas air tape mereka sudah mengenalnya dengan baik, bahkan minuman keras sekelas Martini Napoleon, Jeniffer pun sudah bukan barang aneh lagi –meski untuk yang disebutkan tiga terakhir itu– mereka bergotong-royong dalam membelinya.
Lagi-lagi kita akan dibuat tercengang, ketika anak-anak desa yang sudah tak mengenal lagi istilah menggembala itu berteler-ria dengan nipam, magadon, BK, atau malah ekstasi dan putauw? Apalagi dengan remaja kota? Lebih heboh lagi, Bung!
Jago Pesta dan Hura-Hura
Dengan berlindung di balik istilah remaja gaul, seringkali mereka melakukan perbuatan yang justeru mebuatnya terjebak dalam suasana santai dan bergaya hidup glamour. Untuk urusan hiburan, mereka sangat bersemangat untuk mencobanya, meski akhirnya ketika datang jenis hiburan baru, mereka meninggalkan model hiburan lama. Untuk itu, tentu mereka harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah, bahkan mugkin jutaan rupiah, dan celakanya karena masih sekolah justeru kocek ortunya lah yang banyak terkuras.
Gampang saja menyimak tren remaja sekarang, beberapa waktu yang lalu mereka gandrung dengan skateboard yang tentu saja, harganya lebih mahal dibanding papan penggilesan. Masih belum habis dengan mode itu, datang lagi hiburan gaya baru dengan video game dan kelas SEGA, Nintendo sampai Playstasion. Yang tentunya dari soal biaya lebih mahal ketimbang mainan kita waktu kecil, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali!
Pokoknya, segala hal yang berbau hiburan dan hura-hura sangat lengket dengan remaja. Nonton film di studio-21, jalan-jalan ke mal, mendandani mobil, ngeceng alias cuci mata, dan segala macam yang sifatnya huna-hura, sudah akrab dengan kehidupan mereka. Walhasil, remaja kita memang latah dan terjebak dalam dunia santai.
Agar tak Jadi Generasi Latah
Ya, sejauh ini memang remaja itu hobi coba-coba, apa saja, dari mulai ngeseks, ngeboat,?آ tindak kriminal dan lain sebagainya. Namun, apakah kita akan membiarkan mereka dan terus mentolerir segala aktivitas yang dilakukannya?
Orang yang suka coba-coba menandakan bahwa ia tidak memiliki kejelasan arah dalam menempuh kehidupannya di dunia. Ibarat orang yang berpergian tanpa tujuan, pasti akan kebingungan di jalan. Mereka jugs sama, manusia dan sudah masuk hitungan terkena beban hukum. Nah, kewajiban searang muslim yang sudah terbebani hukum itu adalah wajib terikat dengan aturan-aturan Islam dan menjalankannya dalam aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Makanya, keluarga sebagai pandasi utama keimanan mereka harus menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan remaja.
Hidup di dunia ini tak ubahnya seperti menempuh suatu perjalanan. Seseorang harus tahu perjalanan hidupnya untuk mengetahui jati dirinya, yaitu dari mana ia, untuk apa hidup dui dunia, dan akan kemana setelah mati?
Pertanyaan mendasar ini harus terjawab. Jika tidak manusia akan senantiasa berada dalam kebimbangan dan tak dapat melangkah dengan arah yang pasti dalam mengarungi kehidupannya. Akibatnya akan menjadi orang yang latah. Kemana lingkungan mempengaruhinya, kesitulah ia melangkah.
Siapa saja yang menggunakan akal sehat, akan menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang berasal dari Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Adanya keterbatasan dan kelemahan manusia merupakan bukti nyata bahwa ia membutuhkan adanya Sang Pencipta. Untuk mempertahankan hidup saja, manusia harus bergantung dengan makanan, minuman, oksigen, dll. Lalu bagaimana munkin.
Jadi, bila kita mengikuti dengan ikhlas gaya hidup peradaban tertentu yang jelas bertentangan dengan Islam, maka kita sudah termasuk ke dalam golongan mereka. Ih, rugi amat!
Makanya biar kita tak menjadi generasi latah, kits harus tahu dulu aturan main dalam Islam. Boleh saja kamu mengikuti tren dan barat, sssl tren itu cuma berkaitan dengan iptek dan jelas musti yang baik-baik Teknologi informasi yang membuat kits terkagum-kagum, sah-sah saja selama itu tidak kamu simpangkan. Nah, jadi harus tahu Ru. Kalau belum? Ngaji dulu, dong! (Studia - Edisi 1/Tahun 1)
¢â‚¬?Bondol! teriak cewek berusia sekitar 14 tahun. Yang diteriakinya adalah anak cowok berambut cepak, pengendara mobil Kijang ceper yang melintas di hadapannya. Rupanya, teriakan gadis baru lepas ingusan itu mampu menghentikan kendaraan tadi, karena padatnya IaIu Iintas di jalan Mahakam, Jakarta, pada suatu malam minggu awal September lalu.
Dengan cekatan si cewek langsung menghampiri cowok tadi. Sejurus kemudian, lewat kaca jendela mobil, mereka asyik mengobrol, yang kayaknya hanya dimengerti oleh mereka sendiri (MA TRA, edisi khusus, November 1996).
Kejadian ini bisa saja hanya kasus kecil yang berhasil direkam di satu sudut kota Jakarta. Masih banyak, dan tak mustahil kejadian yang sama juga dilakukan oleh para ABG di kota-kota besar Iainnya, tentu dengan berbagai variasi yang kadangkala tak terpikirkan sebelumnya oleh remaja di jaman dulu.
Remaja sekarang memang lebih mahir berduel dengan budaya global yang masuk dengan derasnya. Efek balik sudah tentu ada. Celakanya, justeru pengaruh jelek yang ternyata kita sadari lebih cepat terserap kaum remaja ketimbang yang baik. Yang buruk-buruk itu adalah termasuk pergaulan bebas yang nampaknya sangat dinikmati, perilaku seks bebas, aborsi yang angkanya cenderung meroket dari tahun ke tahun. Menggilanya pemakaian obat-obat tenlarang; dan ganja, nipam, sampai ekstasi dan putauw sudah kita rasakan pengaruhnya, remaja kita babak belur Tak bisa dipungkiri, remaja kita sekarang ini ternyata akrab dengan beberapa kasus di bawah ni.
Seks Bebas
Rasanya bukan hal baru untuk ukuran sekarang. Maraknya seks pra-nikah di kalangan remaja, menurut seorang ahli karena informasi yang keliru tentang seks. Maka ada yang menyarankan agar pendidikan seks sudah waktunya diberikan di sekolah-sekolah. Soal seks bebas dan perilaku yang cenderung mengarah kepada seks amburadul justeru remaja wanita yang lebih banyak mempraktekkannya ketimbang remaja pria. Banyak diantara remaja wanita yang rela menjual harga dirinya dengan making love bersama para lelaki hidung belang.
Sialnya, kondisi mi diperparah dengan maraknya film-film, majalah, bahkan situs-situs di internet yang menawarkan أ¢â‚¬إ“programأ¢â‚¬â„¢ esek-esek. Tak ayal lagi, ini merupakan tamparan bagi kita.?آ Malah, kondisi seperti itu membuat mereka mendapat angin karena merasa أ¢â‚¬إ“dilegalkanأ¢â‚¬?. Betapa tidak, televisi tak henti-hentinya menayangkan film-film yang mengajarkan pergaulan sekaligus saks bebas.
Sebagai negara dunia ketiga, kita tak lepas dari pengarus negara maju seperti Amerika yang mahir dalam mengeluarkan berbagai produk yang menelikung konsumen dunia ketiga yang rata-rata latah akan modernisasi. Sebagai contoh andil mereka dalam mengkondisikan budaya pergaulan dan seks bebas adalah dalam industri pornografi yang makin berkibar.
Di Amerika, menurut majalah khusus video porno, Adult Video News, jumlah kaset video porno (hard core) yang disewa meningkat dari 75 juta pada 1965 menjadi 665 juta pada tahun 1996. Maka, pantas saja bisnis itu sangat menjanjikan bagi para pemuja kepuasan dan kebebasan. Budaya tarian semacam striptease segera dikenalkan kepada remaja di negeri ini. Meski untuk tarian أ¢â‚¬إ“gilaأ¢â‚¬? ini kasusnya tak begitu marak, namun tetap memberikan fakta yang tak bisa begitu saja diabaikan. Bagi remaja yang rela menari seperti binatang itu tentu akan memperoleh honor yang lumayan dibanding kalau dia harus memainkan tarian yang lain. Di Amerika saja, pendapatan penari striptease bisa mengantongi uang 15 ribu dolar hingga 20 ribu dolar dalam seminggu (Republika, 9 Maret 1997, hal. 8).
Kriminalitas dan Narkotika
Tawuran, yang belum lama mi beritanya sering menghiasi halaman koran dan majalah ibu kota tidak bisa diabaikan begitu saja. Kesalahan orang tua dalam memandang kasus ini adalah menganggap bahwa apa yang dilakukan oleh remaja-remaja itu hanya sebatas kenakalan biasa. Padahal dalam beberapa kasus, sikap brutal mereka sudah mengarah kepada tindak kriminal yang membahayakan. Gimana nggak, mereka sudah tak segan lagi membawa senjata tajam, dan belati sampai celurit. Dan terbukti dalam beberapa kasus, senjata itu telah banyak memakan korban, tidak hanya luka parah, tapi juga sampai koit!
Lalu, kawan dekatnya kejahatan adalah minuman keras dan narkoba. Itu tak bisa dipungkiri. Entah mereka melihatnya di film-film atau belajar sendiri dari kehidupan di lingkungannya. Mesti yang namanya tindak kriminal hampir seluruhnya dilakukan oleh para pecandu miras dan narkotika. Parahnya, gejala ini bukan hanya hinggap di kalangan remaja kota, tapi sudah mewabah hingga remaja desa yang kampungan. Sudah pasti minuman keras kelas air tape mereka sudah mengenalnya dengan baik, bahkan minuman keras sekelas Martini Napoleon, Jeniffer pun sudah bukan barang aneh lagi –meski untuk yang disebutkan tiga terakhir itu– mereka bergotong-royong dalam membelinya.
Lagi-lagi kita akan dibuat tercengang, ketika anak-anak desa yang sudah tak mengenal lagi istilah menggembala itu berteler-ria dengan nipam, magadon, BK, atau malah ekstasi dan putauw? Apalagi dengan remaja kota? Lebih heboh lagi, Bung!
Jago Pesta dan Hura-Hura
Dengan berlindung di balik istilah remaja gaul, seringkali mereka melakukan perbuatan yang justeru mebuatnya terjebak dalam suasana santai dan bergaya hidup glamour. Untuk urusan hiburan, mereka sangat bersemangat untuk mencobanya, meski akhirnya ketika datang jenis hiburan baru, mereka meninggalkan model hiburan lama. Untuk itu, tentu mereka harus mengeluarkan ratusan ribu rupiah, bahkan mugkin jutaan rupiah, dan celakanya karena masih sekolah justeru kocek ortunya lah yang banyak terkuras.
Gampang saja menyimak tren remaja sekarang, beberapa waktu yang lalu mereka gandrung dengan skateboard yang tentu saja, harganya lebih mahal dibanding papan penggilesan. Masih belum habis dengan mode itu, datang lagi hiburan gaya baru dengan video game dan kelas SEGA, Nintendo sampai Playstasion. Yang tentunya dari soal biaya lebih mahal ketimbang mainan kita waktu kecil, mobil-mobilan dari kulit jeruk bali!
Pokoknya, segala hal yang berbau hiburan dan hura-hura sangat lengket dengan remaja. Nonton film di studio-21, jalan-jalan ke mal, mendandani mobil, ngeceng alias cuci mata, dan segala macam yang sifatnya huna-hura, sudah akrab dengan kehidupan mereka. Walhasil, remaja kita memang latah dan terjebak dalam dunia santai.
Agar tak Jadi Generasi Latah
Ya, sejauh ini memang remaja itu hobi coba-coba, apa saja, dari mulai ngeseks, ngeboat,?آ tindak kriminal dan lain sebagainya. Namun, apakah kita akan membiarkan mereka dan terus mentolerir segala aktivitas yang dilakukannya?
Orang yang suka coba-coba menandakan bahwa ia tidak memiliki kejelasan arah dalam menempuh kehidupannya di dunia. Ibarat orang yang berpergian tanpa tujuan, pasti akan kebingungan di jalan. Mereka jugs sama, manusia dan sudah masuk hitungan terkena beban hukum. Nah, kewajiban searang muslim yang sudah terbebani hukum itu adalah wajib terikat dengan aturan-aturan Islam dan menjalankannya dalam aktivitas kehidupan mereka sehari-hari. Makanya, keluarga sebagai pandasi utama keimanan mereka harus menciptakan suasana yang kondusif bagi perkembangan remaja.
Hidup di dunia ini tak ubahnya seperti menempuh suatu perjalanan. Seseorang harus tahu perjalanan hidupnya untuk mengetahui jati dirinya, yaitu dari mana ia, untuk apa hidup dui dunia, dan akan kemana setelah mati?
Pertanyaan mendasar ini harus terjawab. Jika tidak manusia akan senantiasa berada dalam kebimbangan dan tak dapat melangkah dengan arah yang pasti dalam mengarungi kehidupannya. Akibatnya akan menjadi orang yang latah. Kemana lingkungan mempengaruhinya, kesitulah ia melangkah.
Siapa saja yang menggunakan akal sehat, akan menyadari bahwa dirinya adalah makhluk yang berasal dari Sang Pencipta, yaitu Allah SWT. Adanya keterbatasan dan kelemahan manusia merupakan bukti nyata bahwa ia membutuhkan adanya Sang Pencipta. Untuk mempertahankan hidup saja, manusia harus bergantung dengan makanan, minuman, oksigen, dll. Lalu bagaimana munkin.
Jadi, bila kita mengikuti dengan ikhlas gaya hidup peradaban tertentu yang jelas bertentangan dengan Islam, maka kita sudah termasuk ke dalam golongan mereka. Ih, rugi amat!
Makanya biar kita tak menjadi generasi latah, kits harus tahu dulu aturan main dalam Islam. Boleh saja kamu mengikuti tren dan barat, sssl tren itu cuma berkaitan dengan iptek dan jelas musti yang baik-baik Teknologi informasi yang membuat kits terkagum-kagum, sah-sah saja selama itu tidak kamu simpangkan. Nah, jadi harus tahu Ru. Kalau belum? Ngaji dulu, dong! (Studia - Edisi 1/Tahun 1)
Budidaya Rosella
a. Persemaian
SebeLum disemaikan, biji direndam seLama satu hari satu malam LaLu dipilih yang tenggeLam dengan bentuk butiran - butiran yang baik. Biji dapat Langsung disemaikan pada Lahan persemaian yang sudah dioLah dan diairi. SeteLah tumbuh maka bisa Langsung dipindah ke ke poLybag ataupun menunggu cukup besar untuk Langsung dipindah ke Lahan produksi..
b. Persiapan Lahan
Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur dan meLintang. Tanah dicampur pupuk dasar berupa pupuk kandang, Lahan diLarik dengan jarak antar Larik 1,5 m.
c. Penanaman
Untuk Lahan yang Langsung dari biji makan penanaman diLakukan dengan ditugaL tiap Lubang tanam diisi 2-3 biji. Sedangkan untuk penanaman bibit yang telah disemaikan di polybag maka setiap Lubang tanam diisi dengan 1-2 bibit.
d. Pemupukan
Pemupukan pada Lahan sebelum tanam dengan pupuk kandang, sedangkan pada umur 3 dan 7-8 minggu seteLah tanam dipupuk Urea sebanyak 30-40 gram tiap tanaman.
e. Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang paling banyak menyerang roseLLe adaLah hama kutu daun dan penyakit Phytopthora. Penanganannya adaLah dengan penyemprotan obat anti kutu ataupun berbagai jenis pestisida yang dijuaL bebas di toko-toko pertanian.
f. Pemeliharaan
SeLama pertumbuhan tanaman perLu diwaspadi keberadaan guLma yang akan berdampak negatif, oLeh karena itu diLakukan penyiangan dengan frekuensi sesuai kondisi Lahan.
g. Panen
Tanaman roseLLe mulai menghasiLkan bunga pada umur 120 hari dan dapat dipanen secara terus-menerus daLam jangka waktu 3 buLan sebeLum akhirnya diganti dengan bibit baru. Per batang tanaman roseLLe dapat menghasilkan 1,5 kg bunga basah. Pemanenan menggunakan gunting untuk memotong tangkai bunga, kemudian diLakukan pemisahan biji. Untuk rendemennya daLam bentuk kering 10% sesudah dijemur di bawah terik matahari seLama 3-5 hari, yang akhrinya siap digunakan konsumsi pribadi ataupun dikemas untuk tujuan komersiaL.
h. Produksi
Produksi tanaman roseLLe daLam keadaan normaL setiap hektar mampu menghasiLkan 2-3 ton keLopak bunga segar tanpa biji atau setara dengan 200-375 kg keLopak bunga kering.
Kandungan gizi keLopak bunga segar tiap 100 gram adaLah sebagai berikut:
- Protein 1,145 gr
- Lemak 2,61 gr
- Serat 12 gr
- KaLsium 1,263 gr
- Fosfor 273.2 mg
- Zat besi 8,98 mg
- MaLic Acid 3,31 %
- Fruktosa 0,82 %
- Sukrosa 0,24 %
- Karotin 0,029 %
- Tiamin 0,117 mg
- Niasin 3,765 mg
- Vitamin C 244,4 mg
SebeLum disemaikan, biji direndam seLama satu hari satu malam LaLu dipilih yang tenggeLam dengan bentuk butiran - butiran yang baik. Biji dapat Langsung disemaikan pada Lahan persemaian yang sudah dioLah dan diairi. SeteLah tumbuh maka bisa Langsung dipindah ke ke poLybag ataupun menunggu cukup besar untuk Langsung dipindah ke Lahan produksi..
b. Persiapan Lahan
Persiapan lahan dilakukan dengan pembajakan tanah secara membujur dan meLintang. Tanah dicampur pupuk dasar berupa pupuk kandang, Lahan diLarik dengan jarak antar Larik 1,5 m.
c. Penanaman
Untuk Lahan yang Langsung dari biji makan penanaman diLakukan dengan ditugaL tiap Lubang tanam diisi 2-3 biji. Sedangkan untuk penanaman bibit yang telah disemaikan di polybag maka setiap Lubang tanam diisi dengan 1-2 bibit.
d. Pemupukan
Pemupukan pada Lahan sebelum tanam dengan pupuk kandang, sedangkan pada umur 3 dan 7-8 minggu seteLah tanam dipupuk Urea sebanyak 30-40 gram tiap tanaman.
e. Hama dan Penyakit
Hama dan penyakit yang paling banyak menyerang roseLLe adaLah hama kutu daun dan penyakit Phytopthora. Penanganannya adaLah dengan penyemprotan obat anti kutu ataupun berbagai jenis pestisida yang dijuaL bebas di toko-toko pertanian.
f. Pemeliharaan
SeLama pertumbuhan tanaman perLu diwaspadi keberadaan guLma yang akan berdampak negatif, oLeh karena itu diLakukan penyiangan dengan frekuensi sesuai kondisi Lahan.
g. Panen
Tanaman roseLLe mulai menghasiLkan bunga pada umur 120 hari dan dapat dipanen secara terus-menerus daLam jangka waktu 3 buLan sebeLum akhirnya diganti dengan bibit baru. Per batang tanaman roseLLe dapat menghasilkan 1,5 kg bunga basah. Pemanenan menggunakan gunting untuk memotong tangkai bunga, kemudian diLakukan pemisahan biji. Untuk rendemennya daLam bentuk kering 10% sesudah dijemur di bawah terik matahari seLama 3-5 hari, yang akhrinya siap digunakan konsumsi pribadi ataupun dikemas untuk tujuan komersiaL.
h. Produksi
Produksi tanaman roseLLe daLam keadaan normaL setiap hektar mampu menghasiLkan 2-3 ton keLopak bunga segar tanpa biji atau setara dengan 200-375 kg keLopak bunga kering.
Kandungan gizi keLopak bunga segar tiap 100 gram adaLah sebagai berikut:
- Protein 1,145 gr
- Lemak 2,61 gr
- Serat 12 gr
- KaLsium 1,263 gr
- Fosfor 273.2 mg
- Zat besi 8,98 mg
- MaLic Acid 3,31 %
- Fruktosa 0,82 %
- Sukrosa 0,24 %
- Karotin 0,029 %
- Tiamin 0,117 mg
- Niasin 3,765 mg
- Vitamin C 244,4 mg
Langganan:
Postingan (Atom)
